Senin, 16 Januari 2017

Audit Tools
       Picalo
    
Picalo merupakan sebuah software CAAT (Computer Assisted Audit Techniques) seperti halnya ACL yang dapat dipergunakan untuk menganalisa data dari berbagai macam sumber. Picalo bekerja dengan menggunakan GUI Front end, dan memiliki banyak fitur untuk ETL sebagai proses utama dalam mengekstrak dan membuka data, kelebihan utamanya adalah fleksibilitas dan front end yang baik hingga Librari Python numerik.

Berikut ini beberapa kegunaannya :

Menganalisis data keungan, data karyawan
Mengimport file Excel, CSV dan TSV ke dalam databse
Analisa event jaringan yang interaktif, log server situs, dan record sistem login
Mengimport email kedalam relasional dan berbasis teks database
Menanamkan kontrol dan test rutin penipuan ke dalam sistem produksi.

      Powertech Compliance Assessment

Powertech Compliance Assessment merupakan automated audit tool yang dapat dipergunakan untuk mengaudit dan mem-benchmark user access to data, public authority to libraries, user security, system security, system auditing dan administrator rights (special authority) sebuah serverAS/400.

       Nipper

Nipper merupakan audit automation software yang dapat dipergunakan untuk mengaudit dan mem-benchmark konfigurasi sebuah router. Nipper (Jaringan Infrastruktur Parser) adalah alat berbasis open source untuk membantu profesional TI dalam mengaudit, konfigurasi dan mengelola jaringan komputer dan perangkat jaringan infrastruktur.
Pengertian COBIT

  •     Control Objective for Information & Related Technology (COBIT) adalah sekumpulan dokumentasi best practice untuk IT Governance yang dapat membantu auditor, pengguna (user), dan manajemen, untuk menjembatani gap antara resiko bisnis, kebutuhan kontrol dan masalah-masalah teknis IT (Sasongko, 2009).

  •     COBIT mendukung tata kelola TI dengan menyediakan kerangka kerja untuk mengatur keselarasan TI dengan bisnis. Selain itu, kerangka kerja juga memastikan bahwa TI memungkinkan bisnis, memaksimalkan keuntungan, resiko TI dikelola secara tepat, dan sumber daya TI digunakan secara bertanggung jawab (Tanuwijaya dan Sarno, 2010).

  •         COBIT merupakan standar yang dinilai paling lengkap dan menyeluruh sebagai framework IT audit karena dikembangkan secara berkelanjutan oleh lembaga swadaya profesional auditor yang tersebar di hampir seluruh negara. Dimana di setiap negara dibangun chapter yang dapat mengelola para profesional tersebut.

Jumat, 13 Mei 2016


Konsep Menulis Laporan Ilmiah


Konsep dari laporan ilmiah adalah berkaitan dengan penelitianfakta, dan objektif dari permasalahan yang dibahas dalam laporan ilmiah. Maka itu laporan ilmiah harus objektif, dan sesuai dengan fakta yang ada, serta disusun secara sistematis.
Penulisan laporan adalah penyampaian pengalaman peneliti dan hasil-hasilnya kepada masyarakat luas sehingga dapat berguna bagi perkembangan ilmu dan pengetahuan.

Pengertian Laporan Ilmiah
Menurut E.Zaenal Arifin,1993 : Laporan Ilmiah adalah laporan yang disusun melalui tahapan berdasarkan teori tertentu dan menggunakan metode ilmiah yang sudah disepakati oleh para ilmuwan
Sedangkan secara umum Laporan ilmiah ialah karya tulis ilmiah yang dibuat oleh seseorang atau sekelompok orang yang berhubungan secara struktural atau kedinasan setelah melaksanakan tugas yang diberikan. Laporan ilmiah dibuat sebagai bukti pertanggungjawaban bawahan/petugas atau tim/panitia kepada atasannya atas pelaksanaan tugas yang diberikan. Laporan ilmiah harus memuat data yang tepat dan benar serta objektif dan sistematis sehingga dapat dijadikan ukuran untuk membuat pertimbangan dan keputusan.

Beberapa hal yang harus diperhatikan mengenai laporan ilmiah, yaitu :

Ø  Laporan ilmiah mengemukakan permasalahan yang ditulis secara benar, jelas, terperinci, dan ringkas;

Ø  Kegiatan menulis laporan ilmiah merupakan kegiatan (utama) terakhir dari suatu kegiatan ilmiah;

Ø  Laporan ilmiah merupakan suatu dokumen tentang kegiatan ilmiah dalam memecahkan masalah secara jujur, jelas, dan tepat tentang prosedur, alat, dan hasil temuan serta implikasinya;

Ø  Laporan ilmiah merupakan media yang baik untuk komunikasi di lingkungan akademisi atau sesama ilmuwan;

Ø  Laporan ilmiah dapat digunakan sebagai acuan bagi ilmuwan lain sehingga syarat-syarat tulisan ilmiah berlaku juga untuk laporan ilmiah.

Jenis-jenis laporan ilmiah :

1.    Laporan lengkap (monograf) adalah laporan yang berisi proses penelitian secara menyeluruh, dengan mengutarakan semua teknik dan pengalaman penelitian dalam melaksanakan kegiatan penelitian.

2.    Artikel ilmiah adalah laporan yang berisi intisari dari laporan lengkap. Penulisannya lebih padat dan disesuaikan dengan jumlah halaman yang disediakan dalam jurnal-jurnal ilmiah.

3.    Laporan ringkas (summary report) adalah laporan dari artikel yang sudah pernah diterbitkan yang ditulis ulang dengan menggunakan bentuk dan gaya penulisan yang lebih sederhana; sehingga dapat dipahami oleh masyarakat luas.

4.    Laporan untuk administrator dan pembuat keputusan adalah laporan penelitian yang diberikan kepada pemerintah, terutama berkenaan dengan penelitian tindakan.

Ciri-ciri laporan ilmiah :

1.    Pembacanya seorang atau sekumpulan orang tertentu. Adakalanya laporan berbentuk buku dan ditujukan kepada pembaca umum. Jika ditujukan kepada umum biasanya laporan berbentuk pamflet atau selebaran.
2.   Bentuk laporan yang disajikan atas permintaan atau perintah itu biasanya berupa laporan panjangyang terdiri atas: halaman judul, surat penyerahan, daftar isi, pendahuluan, uraian pokok, dan sering juga lampiran. Laporan pendek biasanya terdiri atas judul pokok dan nomornomor, dengan perlengkapan seperti biasa dalam surat-menyurat formal.

3.    Laporan itu bersifat sangat objektif, maksudnya terutama untuk menyajikan fakta.

4.    Bahasa dan nadanya formal.

5.   Judul, subjudul, dan sub-sub judul, disusun dan diatur dengan perencanaan yang mantik. Dalam Kamus Bahasa Indonesia, mantik diartikan dengan (1) cara berpikir yang hanya mendasarkan pikiran.

Dari ciri-ciri laporan yang telah disebutkan di atas, dapat ditarik suatu prinsip yang diterapkan pada ciri suatu laporan ilmiah, yaitu :
1)    Ditujukan kepada pembaca tertentu;

2)    Sistematika laporan kadang disesuaikan dengan permintaan pemberi perintah atau pesanan (dalam suatu hibah kompetensi);

3) Bahasanya formal, harus disesuaikan dengan standar Bahasa Indonesia yang disempurnakan;

4)    Memerhatikan kaidah-kaidah ilmiah sesuai dengan disiplin keilmuannya;

5)    Objektif.

Persyaratan bagi pembuat laporan
Syarat-syarat penulisan laporan di antaranya adalah :
a)    Tepat tujuan;

b)    Sistematis;

c)    Penelitian harus meyakinkan;

d)    Kejelasan menurut kaidah ilmu.

Suatu karya dapat dikatakan ilmiah jika memenuhi syarat sebagai berikut :
1)    Penulisannya berdasarkan hasil penelitian, disertai pemecahannya;

2)    Pembahasan masalah yang dikemukakan harus obyektif sesuai realita/ fakta;

3)    Tulisan harus lengkap dan jelas sesuai dengan kaidah bahasa, Pedoman Umum;

4)    Ejaan Bahasa Indonesia Yang Disempurnakan (EYD), serta Pedoman Umum Pembentukan Istilah (PUPI);

5)    Tulisan disusun dengan metode tertentu;

6)    Tulisan disusun menurut sistem tertentu;

7)    Bahasanya harus lengkap, terperinci, teratur, ringkas, tepat, dan cermat sehingga tidak terbuka kemungkinan adanya ambiguitas, ketaksaan, maupun kerancuan.

Sistematika atau kerangka Laporan Ilmiah

Bagian awal, terdiri atas :
Ø  Halaman judul: judul, maksud, tujuan penulisan, identitas penulis, instansi asal, kota penyusunan, dan tahun;
Ø  Halaman pengesahan (jika perlu);
Ø  Halaman motto/semboyan (jika perlu);
Ø  Halaman persembahan (jika perlu);
Ø  Prakata;
Ø  Daftar isi;
Ø  Daftar tabel (jika ada);
Ø  Daftar grafik (jika ada);
Ø  Daftar gambar (jika ada);
Ø  Abstak : uraian singkat tentang isi laporan.

Bagian Isi, terdiri atas:
Ø  Bab I Pendahuluan berisi tentang: Latar belakang, Identitas masalah, Pembatasan masalah, Rumusan masalah, Tujuan dan manfaat;
Ø  Bab II : Kajian Pustaka;
Ø  Bab III : Metode;
Ø  Bab IV : Pembahasan;
Ø  Bab V : Penutup.

Bagian Akhir, terdiri atas
Ø  Daftar Pustaka;
Ø  Daftar Lampiran;
Ø  Indeks : Daftar istilah.

Langkah-langkah penulisan laporan ilmiah yang harus diperhatikan
Berikut beberapa langkah penulisan laporan ilmiah yang harus Anda perhatikan adalah :
Ø  Tuliskan garis besar isi (outline) secara sederhana dan sistematis;
Ø  Kembangkan outline tersebut dengan cara memberikan judul, subjudul, bagian, dan subbagian;
Ø  Tuliskan hal yang akan diuraikan pada setiap judul, subjudul, bagian, dan subbagian;
Ø  Cantumkan pada setiap judul, subjudul, bagian, subbagian beberapa tabel, grafik, gambar, atau analisis statistik yang dapat melengkapi argumentasi dari bahasan;
Ø  Penulisan laporan dimulai dengan mengacu pada outline yang sudah dilengkapi dengan tabel, grafik, gambar, atau analisis statistik lain;
Ø  Pada awal menulis jangan terlalu memperhatikan gaya bahasa yang digunakan karena penulis harus langsung menuju sasaran untuk menyelesaikan draft pertama dari laporan lengkap;
Ø  Gaya bahasa sebaiknya diperbaiki dengan memperhatikan : (1) Konsistensi dan kesinambungan materi, (2) Menghilangkan pengulangan makna kalimat agar kalimat menjadi jelas dan tulisan menjadi ringkas, dan (3) Memperhatikan cara penulisan rujukan.



BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang Masalah
Saya memilih masalah ini karena di massa yang semakin modern seperti ini semakin banyak, dan marak orang-orang melakukan operasi plastic hanya untuk penampilannya, dan pandangan dirinya di dalam masyarakat memiliki nilai lebih dari yang lain. Bahkan bukan hanya orang-orang yang sudah berumur saja ingin terlihat mda dengan cara instan yaitu melakukan operasi plastic, tetapi banyak anak-anak remaja yang melakukan operasi plastic untuk menambah nilai lebih diri mereka di mata teman-teman mereka. Maka dari itu saya tertarik dengan memilih masalah social mengenai operasi plastic yang marak di massa yang modern seperti ini.apa yang mereka fikirkan sehingga mereka memilih untuk melakukan operasi plastic, dan apa dampak positif, dan dampak negative melakukan operasi plastic.



1.2  Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah dikemukakan, penulis dapat merumuskan masalah yang akan dibahas dalam laporan ilmiah ini. Masalah tersebut adalah sebagai berikut :
1.     Apa bedah kosmetik dan prosedur?
2.     Apa jenis umum dari bedah kosmetik dan prosedur?
3.     Mengapa melakukan operasi plastik dan prosedur dilakukannya?
4.     Apa resiko dari melakukan operasi plastik?

1.3 Tujuan Penulisan
Tujuan dari penulisan laporan ilmiah ini adalah :
Tujuan di lakukannya penelitian ini untuk mengetahui apa yang menyebabkan banyak orang melakukan operasi plastic terutama wanita, serta mengetahui lebih jelas apa arti dari operasi plastic itu sendiri, sejak kapan operrasi plastic di temukan, dan apa dampak dari melakukan operasi plastic baik itu dampak positif ataupun dampak negatifnya. Selain itu bagaimana prosedur yang baik dalam melakukan operasi plastic.
Sehingga kita dapat mengetahui bagaimana yang benar jika ingin melakukan operasi plastic yang baik, dan tentu saja pandangan agama terhadap operasi plastic. Baik atau tidak dilakukan oleh kita sebagai umat beragama.
Untuk itulah saya melakukan penelitian ini agar kita semua dapat mengetahui baik atau tidaknya operasi plastic dilakukan.

1.4 Manfaat Penulisan
Memberikan informasi kepada masyarakat umum terutama wanita mengenai fakta, prosedur, sampai resiko jika melakukan operasi plastik.



BAB II
PEMBAHASAN

Tinjauan teoritis
2.1. Pengertian judul
Sejarah Bedah Plastik
Meskipun plastic Kata ini berasal dari kata Yunani plastikos, yang berarti untuk membentuk atau memberikan bentuk, asal-usul sebenarnya dari khusus modern mendahului bedah lastic dan rekonstruksi inipun akar bahasa kuno. Beberapa sejarawan melacak dasar spesialisasi sejauhplastic awal Mesir dan teks-teks Sansekerta dari India kuno. Dalam teks-teks Hindu awal, mungkin ditulis lebih dari 2600 tahun yang lalu, berbohong deskripsi hidung, telinga, bibir dan rekonstruksi menggunakan teknik mulai dari flaps pedikel untuk membebaskan cangkok kulit autogenous.
Apa bedah kosmetik dan prosedur?
Bedah kosmetik dan prosedur berubah, memulihkan, atau meningkatkan penampilan Anda. Ada banyak lastic untuk ingin mengubah atau meningkatkan penampilan Anda. Jika Anda telah mengalami luka bakar atau luka lainnya, lahir dengan cacat lahir, atau ingin mengubah bagian dari tubuh Anda untuk plastic lain, Anda dapat memilih untuk memiliki bedah kosmetik atau prosedur.
Apa jenis umum dari bedah kosmetik dan prosedur?
Bedah kosmetik umumnya meliputi:
Bedah rekonstruksi. Hal ini biasanya dilakukan untuk memperbaiki bekas luka terlihat, kondisi kulit, atau bagian tubuh cacat yang disebabkan oleh cedera, operasi, penyakit, atau cacat lahir. Masalah-masalah ini dapat mempengaruhi sehari-hari hidup Anda, termasuk pekerjaan Anda, hubungan Anda, dan harga diri Anda.
Bedah kosmetik elektif Menjadi bahagia dengan sesuatu tentang penampilan Anda-seperti hidung besar,. Payudara kecil, keriput, atau lemak di sekitar perut atau pinggul-adalah lastic umum untuk memilih untuk menjalani operasi kosmetik. Ini jenis cacat tidak repot-repot semua orang yang telah mereka. Banyak orang tidak menganggap mereka sebagai kelemahan sama sekali. Tapi bagi orang lain, hal ini dapat mempengaruhi citra diri dan kepercayaan diri. Kosmetik operasi adalah salah satu cara untuk mengatasinya.
Non-bedah prosedur kosmetik meliputi:
Suntikan botox untuk kelancaran keriput.
Laser resurfacing untuk memperbaiki bekas jerawat.
Pemutihan gigi.
Sclerotherapy suntikan untuk usaha kecil varises dan spider veins.
Topik ini berfokus pada bedah kosmetik elektif dan prosedur ketimbang bedah rekonstruksi.
Mengapa operasi ini dan prosedur dilakukan?
Bagi kebanyakan dari kita, penampilan fisik kita mempengaruhi bagaimana kita melihat diri kita sendiri dan bagaimana orang lain melihat kita. Ukuran, bentuk, dan tampilan tubuh kita dapat mempengaruhi bagaimana kita merasakan tentang diri kita sendiri dan bahkan bagaimana kita menjalani hidup kita. Tidak ada yang salah dengan keinginan untuk mengubah cara Anda melihat apa-apa. Beberapa orang melakukan hal ini melalui diet, olahraga, dan perubahan gaya hidup lainnya. Lain memiliki bedah kosmetik, terutama jika mereka tidak senang dengan bagian tertentu dari tubuh mereka atau penampilan yang dapat diubah.
Apa resikonya?
Pikirkan dengan hati-hati tentang keputusan untuk menjalani operasi kosmetik. Bedah selalu melibatkan beberapa risiko. Risiko tergantung pada kesehatan Anda dan jenis prosedur yang Anda miliki. Mereka dapat berkisar dari sedikit jaringan parut terhadap infeksi dan bahkan kematian. Masalah serius jarang terjadi, tetapi mereka dapat terjadi. Juga, tidak ada jaminan bahwa Anda akan mendapatkan hasil yang Anda inginkan. Hasil yang abadi kecuali Anda memiliki operasi lagi. Bicarakan dengan dokter Anda tentang kemungkinan resiko dan manfaat dari operasi.
Faktanya kini banyak yang melakukan operasi plastic terutama wanita yang memang lebih banyak ingin terlihat berbeda daripada yang lain. Dan bagi wanita-wanita karir memilih operasi plastic adalah salah satu cara untuk mendukung karir mereka. Lalu bagi para remaja-remaja putri melakukan operasi plastic karena keinginan pribadi mereka untuk mirip dengan idola-idola mereka seperti artis-artis korea terutama girlband korea yang sedang buming pada massa kini.
Mereka tidak berfikir walaupun mereka tidak ada kekurangan dalam bentuk fisik yang mereka fikirkan hanya kepuasan pribadi, dan menjaga image mereka di dalam masyarakat sehingga menambah nilai lebih di dalam kalangan masyarakat.

2.2. Kajian teori
Metode yang saya gunakan adalah metode kualitatif. Saya mencari data-data penelitian dengan mencari di internet. Metode kualitatif adalah metode yang data berupa deskriptif atau berupa pernyataan.

2.3. Perumusan hipotesa
Narasumber dari penelitian ini adalah di dapat dari media masa. Media masa yang saya gunakan untuk mendapatkan data-data pendukung hasil penelitian ini adalah dengan cara mencari informasi-informasi yang ada di internet.

BAB III
Metodeologi penelitian.

3.1. Tujuan penelitian
Tujuan di lakukannya penelitian ini untuk mengetahui apa yang menyebabkan banyak orang melakukan operasi plastic terutama wanita, serta mengetahui lebih jelas apa arti dari operasi plastic itu sendiri, sejak kapan operrasi plastic di temukan, dan apa dampak dari melakukan operasi plastic baik itu dampak positif ataupun dampak negatifnya. Selain itu bagaimana prosedur yang baik dalam melakukan operasi plastic.
Agar kita dapat mengerti apa arti operasi plastic sebenarnya, dan apa yang memicu banyak kaum hawa melakukan operasi plastic, serta pandangan kaum hawa terhadap operasi plastic.


3.2. Tempat, dan waktu penelitian.
Tempat melakukan penelitian, dan mencari data-data penelitian di warung internet (warnet). Waktu pada hari Rabu, 26 desember 2012. Pukul 11.00 WIB s/d 15.00 WIB.

3.3. Pengumpulan data.
Teknik pengumpulan data yang di gunakan dalam penelitian social ini adalah analisis media masa. Teknik analisis media masa yaitu teknik yang di lakukan dengan cara mencari, dan menganalisis informasi-informasi yang ada di dalam media masa. Media masa yang dapat digunakan seperti: Koran, majalah, internet, dan lain-lain. Dan media masa yang saya gunakan untuk penelitian ini adalah dengan cara mencari informasi-informasi di internet. Kelebihan angket ini yang di dapatkan lewat internet adalah di bagian teori yang lengkap tentang sejarah pertama kali tentang operasi plastic, dan juga penjelasan-penjelasan dari para ahli. Kekurangan angket ini mungkin tidak sekonkrit yng di dapat melalui observasi secara langsung.

BAB IV
Kesimpulan dan Saran

4.1  Kesimpulan
Operasi plastik pada awalnya dilakukan untuk pembedahan dalam artian untuk memperbaiki kondisi fisik sesorang yang memiliki kekurang sehingga mengganggu fungsi yang sbenarnya. Dengan dilakukan operasi plastik diharapkan tidak hanya dapat memperbaiki tampilan fisik semata tetapi untuk memperbaiki fungsi yang sebenarnya dari bagian tubuh yang memiliki kekurangan. Tetapi kini banyak orang terutama wanita di zaman modern ini menganggap bahwa operasi plastik adalah sesuatu hal yang biasa dilakukan untuk menambah penampilan agar terlihat lebih cantik. Namun disin saya menegaskan tidak semua wanita di zaman yang modern ini berfikir seperti itu, ada juga wanita yang bersyukur dengan kecantikan yang diberikan Tuhan Yang Maha Esa.



4.2  Saran
Sebaiknya bagi anda yang ingin malakukan operasi plastik, harus berkonsultasi dengan dokter ahli bedah estetika yang sebenarnya, dan sudah ada izin praktek yang resmi. Dan harus mengetahui prosedur dari operasi plastik yang benar, agar tidak merugikan diri anda sendiri.

DAFTAR PUSTAKA

SUMBER :
Muin,Idianto.2006.Sosiologi.Jilid3.Jakarta:PT.Erlangga.


Sabtu, 16 April 2016

MAKALAH BAHASA INDONESIA

METODE ILMIAH





Disusun Oleh :
Muhammad Naufal. A
16113042
3KA12

UNIVERSITAS GUNADARMA





KATA PENGANTAR

Puji syukur saya panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmat dan bimbinganNya yang selalu menyertai saya dalam menyelesaikan penyusunan makalah “Metode Ilmiah” ini. Makalah ini saya susun berdasarkan tugas yang di berikan oleh Ibu Rafiqa Maulida yang terhormat selaku dosen mata kuliah Softskill Bahasa  Indonesia 2. Tugas makalah ini saya tunjukkan untuk saya dan mahasiswa/i yang belajar memahami apa itu Metode Ilmiah, kemudian untuk Ibu Rafiqa Maulida selaku dosen pengajar.

Semoga makalah ini bisa bermanfaat bagi pembaca pada umumnya dan penulis pada khususnya, penulis menyadari bahwa dalam penyusunan makalah ini masih jauh dari sempurna untuk itu penulis menerima saran dan kritik yang bersifat membangun demi perbaikan kearah kesempurnaan.



















BAB I
PENDAHULUAN
A.   Latar Belakang
Metode penelitian merupakan salah satu cara untuk mengungkapkan suatu kebenaran. Banyak para pakar kita yang telah meneliti suatu ilmu maupun penemuan baru dengan metode-metode yang telah ada.Penelitian adalah cara menemukan ilmu baru,oleh karenanya diperlukan metode-metode agar suatu penelitian dianggap valid dan relevan. Banyak cara yang ditempuh untuk mengadakan suatu penelitian dalam perkembangan ilmu sekarang ini.
Penelitian adalah langkah sistematis dalam upaya memecahkan masalah. Penelitian merupakan penelaahan terkendali yang mengandung dua hal pokok yaitu logika berpikir dan data atau informasi yang dikumpulkan secara empiris. Logika berpikir tampak dalam langkah-langkah sistematis mulai dari pengumpulan, pengolahan, analisis, penafsiran dan pengujian data sampai diperolehnya suatau kesimpulan. Informasi dikatakan empiris jika sumber data mengambarkan fakta yang terjadi bukan sekedar pemikiran atau rekayasa peneliti. Penelitian menggabungkan cara berpikir rasional yang didasari oleh logika atau penalaran dan cara berpikir empiris yang didasari oleh fakta atau realita.
Penelitian sebagai upaya untuk memperoleh kebenaran harus didasari oleh proses berpikir ilmiah yang dituangkan dalam metode ilmiah. Metode ilmiah adalah kerangka landasan bagi terciptanya pengetahuan ilmiah. Penelitian yang dilakukan menggunakan metode ilmiah mengandung dua unsur penting yakni pengamatan (observation) dan penalaran (reasoning). Metode ilmiah didasari oleh pemikiran bahwa apabila suatu pernyataan ingin diterima sebagai suatu kebenaran maka pernyataan tersebut harus dapat diverifikasi atau diuji kebenarannya secara empirik (berdasarkan  fakta).

B.    Rumusan Masalah
1.     Apa saja yang termasuk dalam dasar dasar penelitian?
2.    Apakah pengertian dari metode ilmiah?
3.    Apakah karakteristik  dan langkah- langkah dari metode ilmiah?
C.    Tujuan
1.     Untuk mengetahui apas saja yang termasuk dasar dasar penelitian
2.    Untuk mengetahui pengertian dari metode ilmiah
3.     Untuk mengetahui karakteristik dan langkah-langkah dari metode ilmiah.











BAB II
PEMBAHASAN
1.   Dasar-Dasar Penelitian
Menurut Webter Dictionary, Penelitian adalah investigasi atau eksperimen yang bertujuan untuk menemukan dan interpretasi atas fakta, revisi atas teori atau hukum, atau aplikasi atas teori atau hukum yang telah direvisi.
Menurut Donald & William (1997), Penelitian Ilmiah adalah penyelidikan yang sistematis, terkendali, empiris dan kritis mengenai fenomena-fenomena alam yang dibimbing oleh teori dan hipotesis-hipotesis mengenai hubungan-hubungan yang diduga antara fenomena-fenomena tersebut
Penelitian (Research) dapat didefinisikan sebagai rangkaian kegiatan ilmiah dalam rangka pemecahan suatu permasalahan. Jadi penelitian merupakan bagian dari usaha pemecahan masalah. Dalam kaitannya dengan hal ini, maka fungsi penelitian disini adalah untuk mencarikan penjelasan dan jawaban terhadap permasalahan serta memberikan alternatif bagi kemungkinan yang dapat digunakan untuk pemecahan masalah. Penjelasan dan jawaban terhadap permasalahan itu dapat bersifat abstrak dan umum sebagaimana halnya dalam Penelitian Dasar (Basic Research) dan dapat pula sangat konkret dan spesifik seperti biasanya ditemui pada Penelitian Terapan (Applied Research).
Riset adalah suatu usaha untuk menemukan suatu hal menurut metode yang ilimiah. Riset memiliki 3 unsur penting, yaitu :
1) sasaran
2) usaha untuk mencapai sasaran
3) metode ilmiah (Husein, 1999)
 Menurut Almack (1930), hubungan antara ilmu dan penelitian adalah seperti hasil dan proses. Penelitian merupakan proses untuk menghasilkan ilmu. Menurut Whitney (1960), penelitian dan ilmu merupakan proses dan hasilnya adalah kebenaran. Jadi, penelitian yang diproses dengan ilmu, akan menghasilkan kebenaran ilmiah.
Kebenaran ilmiah dapat diterima karena :
1. Adanya koheren --> konsisten
2. Adanya koresponden --> berhubungan
3. Pragmatis --> sifat fungsional dalam kehidupan praktis
Secara sederhana penelitian merupakan metode menemukan kebenaran yang dilakukan dengan critical thinking (berpikir kritis). dengan demikian penelitian merupakan proses penemuan jawaban yang ilmiah atas masalah yang terjadi melalui pendekatan yang sistematis, logis, kritis yang terkontrol oleh bukti empiris untuk mencapai kebenaran ilmiah atau pengetahuan ilmiah. Penelitian bisa menggunakan metode ilmiah (scientific method) atau non- ilmiah (unscientific method).
Berikut ini adalah dasar-dasar dalam penelitian Ilmiah:
1.      PendekatanIlmiah
Penelitian ilmiah yang diperoleh dari pengetahuan dan teori yang dikembangkan berdasarkan pada data empiris. Menghasilkan kesimpulan secara obyektif. Hasil penelitian merupakan kebenaran ilmiah yaitu pengetahuan benar yang kebenarannya terbuka untuk diuji siapapun.
2.     Pendekatan non ilmiah
Pendekatan non ilmiah menggunakan:
Ø  Akal sehat
Ø  Prasangka
Ø  Intuisi
Ø  Penemuan kebetulan dan coba-coba
Ø  Pikiran kritis
Sifat Penelitian Ilmiah
1.   Skeptis: selalu mencari fakta atau bukti yang mendukung setiap pernyataan
2.  Analitis: sikap yang mendasarkan pada analisis dalam setiap persoalan memilih yang relevan serta yang utama
3.  Kritis: setiap pemecahan persoalan selalu berpijak pada logika ddan obyektifitas data atau fakta
Syarat-syarat penelitian ilmiah
1.     Permasalahan & tujuan penelitian harus didefinisikan secara jelas
2.    Rumusan masalah harus rinci mencakup unsur-unsur ayang akan diteliti.
3.    Prosedur penelitian yang digunakan harus jelas & terbuka, sehingga diharapkan peneliti lain dapat mengembangkan penelitian tersebut.
4.    Analisis data harus sesuai dengan problem penelitian.
5.    Kesimpulan harus didukung oleh data & hasil analisis yang akurat.   
Beberapa kriteria yang harus dimiliki untuk menjadi peneliti:
1.     Daya Nalar
2.    Originalitas
3.    Daya Ingat
4.    Kewaspadaan
5.    Akurat
6.    Dapat Bekerja Sama
7.    Kesehatan
8.    Semangat
9.    Pandangan Moral
Ciri-Ciri Penelitian Ilmiah
Penelitian Ilmiah harus konsisten dan dapat diakui oleh umum sehingga mengurangi keyakinan pribadi, bias dan perasaan. Oleh karena itu, Penelitian Ilmiah mempunyai ciri-ciri antara lain:
1.     Diperoleh melalui penelitian dengan metode ilmiah
2.    Dibangun diatas teori tertentu
3.    Terkontrol berdasarkan data empiris
4.    Dapat diuji reliabilitas dan validitas internalnya
5.    Kesimpulan dibuat secara obyektif.
2.  Pengertian Metode Ilmiah
Metode ilmiah atau proses ilmiah merupakan proses keilmuan untuk memperoleh pengetahuan secara sistematis berdasarkan bukti fisis. Ilmuwan melakukan pengamatan serta membentuk hipotesis dalam usahanya untuk menjelaskan fenomena alam. Prediksi yang dibuat berdasarkan hipotesis tersebut diuji dengan melakukan eksperimen. Jika suatu hipotesis lolos uji berkali-kali, hipotesis tersebut dapat menjadi suatu teori ilmiah. Metode ilmiah yaitu menggabungkan cara berpikir deduktif dan cara berfikir induktif dalam membangun pengetahuan. Metode ilmiah harus mempunyai sifat bebas prasangka,  bersih dan jauh dari pertimbangan subyektif, menggunakan prinsip analisis, menggunakan teknik kuantitatif dan atau kualitatif.  Menggunakan suatu fakta haruslah dengan alasan dan bukti yang lengkap dan dengan pembuktian yang obyektif.
3.  Karakteristik dan langkah-langkah metode ilmiah
a.      Karakteristik
Metode ilmiah bergantung pada karakterisasi yang cermat atas subjek investigasi. Dalam proses karakterisasi, ilmuwan mengidentifikasi sifat-sifat utama yang relevan yang dimiliki oleh subjek yang diteliti. Selain itu, proses ini juga dapat melibatkan proses penentuan (definisi) dan pengamatan; pengamatan yang dimaksud seringkali memerlukan pengukuran dan atau perhitungan yang cermat.
Suatu penelitian harus memenuhi beberapa karakteristik untuk dapat dikatakan sebagai penelitian ilmiah. Umumnya ada empat karakteristik penelitian ilmiah, yaitu :



1.   Sistematik
Berarti suatu penelitian harus disusun dan dilaksanakan secara berurutan sesuai pola dan kaidah yang benar, dari yang mudah dan sederhana sampai yang kompleks.
2.  Logis
 Suatu penelitian dikatakan benar bila dapat diterima akal dan berdasarkan fakta empirik. Pencarian kebenaran harus berlangsung menurut prosedur atau kaidah bekerjanya akal, yaitu logika. Prosedur penalaran yang dipakai bisa prosedur induktif yaitu cara berpikir untuk menarik kesimpulan umum dari berbagai kasus individual (khusus) atau prosedur deduktif yaitu cara berpikir untuk menarik kesimpulan yang bersifat khusus dari pernyataan yang bersifat umum.
3.  Empirik
Artinya suatu penelitian biasanya didasarkan pada pengalaman sehari-hari (fakta aposteriori, yaitu fakta dari kesan indra) yang ditemukan atau melalui hasil coba-coba yang kemudian diangkat sebagai hasil penelitian. Landasan penelitian empirik ada tiga yaitu :
a.      Hal-hal empirik selalu memiliki persamaan dan perbedaan (ada penggolongan atau perbandingan satu sama lain)
b.     Hal-hal empirik selalu berubah-ubah sesuai dengan waktu
c.      Hal-hal empirik tidak bisa secara kebetulan, melainkan ada penyebabnya (ada hubungan sebab akibat)
4.  Replikatif
Artinya suatu penelitian yang pernah dilakukan harus diuji kembali oleh peneliti lain dan harus memberikan hasil yang sama bila dilakukan dengan metode, kriteria, dan kondisi yang sama. Agar bersifat replikatif, penyusunan definisi operasional variabel menjadi langkah penting bagi seorang peneliti.

b.     Langkah- langkah metode ilmiah
Pelaksanaan penelitian dengan menggunakan metode ilmiah harus mengikuti langkah-langkah tertentu.  Marilah lebih dahulu ditinjau langkah-langkah yang diambil oleh beberapa ahli dalam mereka melaksanakan penelitian.
Salah satu hal yang penting dalam dunia ilmu adalah penelitian (research). Research berasal dari kata re yang berarti kembali dan search yang berarti mencari, sehingga research atau penelitian dapat didefinisikan sebagai suatu usaha untuk mengembangkan dan mengkaji kebenaran suatu pengetahuan.
Terdapat empat langkah pokok metode ilmiah yang akan mendasari langkah-langkah penelitian yaitu:
1.      Merumuskan masalah
Mengajukan pertanyaan untuk dicari jawabannya. Tanpa adanya masalah tidak akan terjadi penelitian, karena penelitian dilakukan untuk memecahkan masalah. Rumusan masalah penelitian pada umumnya diajukan dalam bentuk pertanyaan..
2.     Mengajukan hipotesis
Mengemukakan jawaban sementara (masih bersifat dugaan) atas pertanyaan yang diajukan sebelumnya. Hipotesis penelitian dapat diperoleh dengan mengkaji berbagai teori berkaitan dengan bidang ilmu yang dijadikan dasar dalam perumusan masalah. Peneliti menelusuri berbagai konsep, prinsip, generalisasi dari sejumlah literatur, jurnal dan sumber lain berkaitan dengan masalah yang diteliti. Kajian terhadap teori merupakan dasar dalam merumuskan kerangka berpikir sehingga dapat diajukan hipotesis sebagai alternatif jawaban atas masalah.
3.     Verifikasi data
Mengumpulkan data secara empiris kemudian mengolah dan menganalisis data untuk menguji kebenaran hipotesis. Jenis data yang diperlukan diarahkan oleh makna yang tersirat dalam rumusan hipotesis. Data empiris yang diperlukan adalah data yang dapat digunakan untuk menguji hipotesis. Dalam hal ini, peneliti harus menentukan jenis data,  dari mana data diperoleh, serta teknik untuk memperoleh data. Data yang terkumpul diolah dan dianalisis dengan cara-cara tertentu yang memenuhi kesahihan dan keterandalan sebagai bahan untuk menguji hipotesis.
4.     Menarik kesimpulan
Menentukan jawaban-jawaban definitif atas setiap pertanyaan yang diajukan (menerima atau menolak hipotesis). Hasil uji hipotesis adalah temuan penelitian atau hasil penelitian. Temuan penelitian dibahas dan disintesiskan kemudian disimpulkan. Kesimpulan merupakan adalah jawaban atas rumusan masalah penelitian yang disusun dalam bentuk proposisi atau pernyataan yang telah teruji kebenarannya.
Dengan mengikuti langkah-langkah di atas, penelitian ilmiah merupakan kegiatan yang dilaksanakan untuk mengkaji dan memecahkan suatu masalah menggunakan prosedur sistematis berlandaskan data empirik. Berdasarkan proses tersebut di atas, mulai dari langkah kajian teori sampai pada perumusan hipotesis termasuk berpikir rasional atau berpikir deduktif. Sedangkan dari verifikasi data sampai pada generalisasi merupakan proses berpikir induktif. Proses tersebut adalah wujud dari proses berpikir ilmiah. Itulah sebabnya penelitian dikatakan sebagai operasionalisasi metode ilmiah.









BAB III
PENUTUP
A.     KESIMPULAN
Penelitian merupakan metode menemukan kebenaran yang dilakukan dengan critical thinking (berpikir kritis). dengan demikian penelitian merupakan proses penemuan jawaban yang ilmiah atas masalah yang terjadi melalui pendekatan yang sistematis, logis, kritis yang terkontrol oleh bukti empiris untuk mencapai kebenaran ilmiah atau pengetahuan ilmiah. Penelitian bisa menggunakan metode ilmiah (scientific method) atau non- ilmiah (unscientific method). Metode ilmiah atau proses ilmiah merupakan proses keilmuan untuk memperoleh pengetahuan secara sistematis berdasarkan bukti fisis. Metode ilmiah harus mempunyai sifat bebas prasangka,  menggunakan prinsip analisis, menggunakan teknik kuantitatif dan atau kualitatif. Fakta harus dengan alasan dan bukti yang lengkap dan dengan pembuktian yang obyektif.

















DAFTAR PUSTAKA

·         Heriyanto. A. (2006). Panduan Penelitian. Prestasi Pustaka. Jakarta.
·         Sastroasmoro, S. (2002). Dasar-Dasar Metodologi Penelitian Klinis. Edisi ke-2. CV. Sagung Seto. Jakarta.
·         Sangaji, E.M. Research and Science.  Andi Offset. Yogyakarta.
·         Azwar, S. (2009). Metode Penelitian. Pustaka Pelajar. Yogyakarta.