MAKALAH
BAHASA INDONESIA
METODE
ILMIAH
Disusun
Oleh :
Muhammad
Naufal. A
16113042
3KA12
UNIVERSITAS
GUNADARMA
KATA
PENGANTAR
Puji syukur saya panjatkan
kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmat dan bimbinganNya yang selalu
menyertai saya dalam menyelesaikan penyusunan makalah “Metode Ilmiah” ini.
Makalah ini saya susun berdasarkan tugas yang di berikan oleh Ibu Rafiqa
Maulida yang terhormat selaku dosen mata kuliah Softskill Bahasa Indonesia 2. Tugas makalah ini saya tunjukkan
untuk saya dan mahasiswa/i yang belajar memahami apa itu Metode Ilmiah,
kemudian untuk Ibu Rafiqa Maulida selaku dosen pengajar.
Semoga makalah ini bisa bermanfaat bagi pembaca pada umumnya dan penulis pada
khususnya, penulis menyadari bahwa dalam penyusunan makalah ini masih jauh dari
sempurna untuk itu penulis menerima saran dan kritik yang bersifat membangun
demi perbaikan kearah kesempurnaan.
BAB
I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Metode penelitian merupakan salah satu cara untuk
mengungkapkan suatu kebenaran. Banyak para
pakar kita yang telah meneliti suatu ilmu maupun penemuan baru dengan
metode-metode yang telah ada.Penelitian adalah cara menemukan ilmu baru,oleh
karenanya diperlukan metode-metode agar suatu penelitian dianggap valid dan
relevan. Banyak cara yang ditempuh untuk mengadakan suatu penelitian dalam
perkembangan ilmu sekarang ini.
Penelitian
adalah langkah sistematis dalam upaya memecahkan masalah. Penelitian merupakan penelaahan terkendali yang mengandung dua hal
pokok yaitu logika berpikir dan data atau informasi yang dikumpulkan secara
empiris. Logika berpikir tampak dalam langkah-langkah sistematis mulai
dari pengumpulan, pengolahan, analisis, penafsiran dan pengujian data sampai
diperolehnya suatau kesimpulan. Informasi dikatakan empiris jika sumber data
mengambarkan fakta yang terjadi bukan sekedar pemikiran atau rekayasa peneliti.
Penelitian menggabungkan cara berpikir rasional yang didasari oleh logika atau penalaran
dan cara berpikir empiris yang didasari oleh fakta atau realita.
Penelitian sebagai upaya untuk
memperoleh kebenaran harus didasari oleh proses
berpikir ilmiah yang dituangkan dalam metode ilmiah. Metode
ilmiah adalah kerangka landasan bagi terciptanya pengetahuan ilmiah.
Penelitian yang dilakukan menggunakan metode ilmiah mengandung dua unsur
penting yakni pengamatan (observation)
dan penalaran (reasoning).
Metode ilmiah didasari oleh pemikiran bahwa apabila suatu pernyataan ingin
diterima sebagai suatu kebenaran maka pernyataan tersebut harus dapat
diverifikasi atau diuji kebenarannya secara empirik (berdasarkan fakta).
B.
Rumusan Masalah
1.
Apa saja yang termasuk dalam dasar dasar
penelitian?
2.
Apakah pengertian dari metode ilmiah?
3.
Apakah karakteristik dan langkah- langkah dari metode ilmiah?
C.
Tujuan
1.
Untuk mengetahui apas saja yang termasuk dasar
dasar penelitian
2.
Untuk mengetahui pengertian dari metode ilmiah
3.
Untuk
mengetahui karakteristik dan langkah-langkah dari metode ilmiah.
BAB II
PEMBAHASAN
1.
Dasar-Dasar Penelitian
Menurut Webter Dictionary, Penelitian adalah
investigasi atau eksperimen yang bertujuan untuk menemukan dan interpretasi
atas fakta, revisi atas teori atau hukum, atau aplikasi atas teori atau hukum
yang telah direvisi.
Menurut Donald & William (1997), Penelitian
Ilmiah adalah penyelidikan yang sistematis, terkendali, empiris dan
kritis mengenai fenomena-fenomena alam yang dibimbing oleh teori dan
hipotesis-hipotesis mengenai hubungan-hubungan yang diduga antara
fenomena-fenomena tersebut
Penelitian (Research) dapat
didefinisikan sebagai rangkaian kegiatan ilmiah dalam rangka pemecahan suatu
permasalahan. Jadi penelitian merupakan bagian dari usaha pemecahan masalah.
Dalam kaitannya dengan hal ini, maka fungsi penelitian disini adalah untuk
mencarikan penjelasan dan jawaban terhadap permasalahan serta memberikan
alternatif bagi kemungkinan yang dapat digunakan untuk pemecahan masalah.
Penjelasan dan jawaban terhadap permasalahan itu dapat bersifat abstrak dan
umum sebagaimana halnya dalam Penelitian Dasar (Basic Research) dan
dapat pula sangat konkret dan spesifik seperti biasanya ditemui pada Penelitian
Terapan (Applied Research).
Riset adalah
suatu usaha untuk menemukan suatu hal menurut metode yang ilimiah. Riset
memiliki 3 unsur penting, yaitu :
1) sasaran
2) usaha untuk mencapai sasaran
3) metode ilmiah (Husein, 1999)
Menurut Almack
(1930), hubungan antara ilmu dan
penelitian adalah seperti hasil dan proses. Penelitian merupakan proses
untuk menghasilkan ilmu. Menurut Whitney (1960), penelitian dan ilmu merupakan
proses dan hasilnya adalah kebenaran. Jadi, penelitian yang diproses dengan
ilmu, akan menghasilkan kebenaran ilmiah.
Kebenaran ilmiah dapat
diterima karena :
1. Adanya koheren --> konsisten
2. Adanya koresponden --> berhubungan
3. Pragmatis --> sifat fungsional dalam kehidupan praktis
1. Adanya koheren --> konsisten
2. Adanya koresponden --> berhubungan
3. Pragmatis --> sifat fungsional dalam kehidupan praktis
Secara sederhana penelitian
merupakan metode menemukan
kebenaran yang dilakukan dengan critical thinking (berpikir
kritis). dengan demikian
penelitian merupakan proses penemuan jawaban yang ilmiah atas masalah yang terjadi melalui
pendekatan yang sistematis, logis, kritis yang terkontrol oleh bukti empiris
untuk mencapai kebenaran ilmiah atau pengetahuan ilmiah. Penelitian bisa
menggunakan metode ilmiah (scientific method) atau non- ilmiah (unscientific
method).
1. PendekatanIlmiah
Penelitian ilmiah yang diperoleh dari pengetahuan dan teori yang dikembangkan berdasarkan pada data empiris. Menghasilkan kesimpulan secara obyektif. Hasil penelitian merupakan kebenaran ilmiah yaitu pengetahuan benar yang kebenarannya terbuka untuk diuji siapapun.
Penelitian ilmiah yang diperoleh dari pengetahuan dan teori yang dikembangkan berdasarkan pada data empiris. Menghasilkan kesimpulan secara obyektif. Hasil penelitian merupakan kebenaran ilmiah yaitu pengetahuan benar yang kebenarannya terbuka untuk diuji siapapun.
2. Pendekatan
non ilmiah
Pendekatan
non ilmiah menggunakan:
Ø
Akal sehat
Ø
Prasangka
Ø
Intuisi
Ø
Penemuan kebetulan dan coba-coba
Ø
Pikiran kritis
Sifat
Penelitian Ilmiah
1. Skeptis:
selalu mencari fakta atau bukti yang mendukung setiap pernyataan
2. Analitis:
sikap yang mendasarkan pada analisis dalam setiap persoalan memilih yang
relevan serta yang utama
3. Kritis:
setiap pemecahan persoalan selalu berpijak pada logika ddan obyektifitas data
atau fakta
Syarat-syarat
penelitian ilmiah
1. Permasalahan
& tujuan penelitian harus didefinisikan secara jelas
2. Rumusan
masalah harus rinci mencakup unsur-unsur ayang akan diteliti.
3. Prosedur
penelitian yang digunakan harus jelas & terbuka, sehingga diharapkan
peneliti lain dapat mengembangkan penelitian tersebut.
4. Analisis
data harus sesuai dengan problem penelitian.
5. Kesimpulan
harus didukung oleh data & hasil analisis yang akurat.
Beberapa kriteria yang harus dimiliki untuk
menjadi peneliti:
1. Daya
Nalar
2. Originalitas
3. Daya
Ingat
4. Kewaspadaan
5. Akurat
6. Dapat
Bekerja Sama
7. Kesehatan
8. Semangat
9. Pandangan
Moral
Ciri-Ciri Penelitian Ilmiah
Penelitian Ilmiah harus konsisten dan dapat diakui oleh umum
sehingga mengurangi keyakinan pribadi, bias dan perasaan. Oleh karena itu,
Penelitian Ilmiah mempunyai ciri-ciri antara lain:
1. Diperoleh
melalui penelitian dengan metode ilmiah
2. Dibangun
diatas teori tertentu
3. Terkontrol
berdasarkan data empiris
4. Dapat
diuji reliabilitas dan validitas internalnya
5. Kesimpulan
dibuat secara obyektif.
2. Pengertian
Metode Ilmiah
Metode
ilmiah atau proses
ilmiah merupakan proses keilmuan untuk memperoleh pengetahuan secara
sistematis berdasarkan bukti fisis. Ilmuwan melakukan pengamatan serta
membentuk hipotesis dalam usahanya untuk menjelaskan fenomena alam. Prediksi
yang dibuat berdasarkan hipotesis tersebut diuji dengan melakukan eksperimen.
Jika suatu hipotesis lolos uji berkali-kali, hipotesis tersebut dapat menjadi
suatu teori ilmiah. Metode ilmiah yaitu menggabungkan cara berpikir
deduktif dan cara berfikir induktif dalam membangun pengetahuan. Metode ilmiah harus mempunyai sifat bebas
prasangka, bersih dan jauh dari
pertimbangan subyektif, menggunakan prinsip analisis, menggunakan teknik
kuantitatif dan atau kualitatif. Menggunakan
suatu fakta haruslah dengan alasan dan bukti yang lengkap dan dengan pembuktian
yang obyektif.
3. Karakteristik dan langkah-langkah metode ilmiah
a.
Karakteristik
Metode
ilmiah bergantung pada karakterisasi yang cermat atas subjek investigasi. Dalam
proses karakterisasi, ilmuwan mengidentifikasi sifat-sifat utama yang relevan
yang dimiliki oleh subjek yang diteliti. Selain itu, proses ini juga dapat
melibatkan proses penentuan (definisi) dan pengamatan; pengamatan yang dimaksud
seringkali memerlukan pengukuran dan atau perhitungan yang cermat.
Suatu
penelitian harus memenuhi beberapa karakteristik untuk dapat dikatakan sebagai penelitian ilmiah. Umumnya ada
empat karakteristik penelitian ilmiah, yaitu :
1.
Sistematik
Berarti
suatu penelitian harus disusun dan dilaksanakan secara berurutan sesuai pola
dan kaidah yang benar, dari yang mudah dan sederhana sampai yang kompleks.
2.
Logis
Suatu penelitian dikatakan benar bila dapat
diterima akal dan berdasarkan fakta empirik. Pencarian kebenaran harus
berlangsung menurut prosedur atau kaidah bekerjanya akal, yaitu logika. Prosedur penalaran yang dipakai
bisa prosedur induktif yaitu cara berpikir untuk menarik kesimpulan umum dari
berbagai kasus individual (khusus) atau prosedur deduktif yaitu cara berpikir
untuk menarik kesimpulan yang bersifat khusus dari pernyataan yang bersifat
umum.
3.
Empirik
Artinya
suatu penelitian biasanya didasarkan pada pengalaman sehari-hari (fakta aposteriori, yaitu fakta dari kesan
indra) yang ditemukan atau melalui hasil coba-coba yang kemudian diangkat
sebagai hasil penelitian. Landasan
penelitian empirik ada tiga yaitu :
a.
Hal-hal
empirik selalu memiliki persamaan dan perbedaan (ada penggolongan atau
perbandingan satu sama lain)
b.
Hal-hal
empirik selalu berubah-ubah sesuai dengan waktu
c.
Hal-hal
empirik tidak bisa secara kebetulan, melainkan ada penyebabnya (ada hubungan
sebab akibat)
4.
Replikatif
Artinya
suatu penelitian yang pernah dilakukan harus diuji kembali oleh peneliti lain
dan harus memberikan hasil yang sama bila dilakukan dengan metode, kriteria,
dan kondisi yang sama. Agar bersifat replikatif,
penyusunan definisi operasional variabel menjadi langkah penting bagi seorang
peneliti.
b.
Langkah- langkah metode ilmiah
Pelaksanaan penelitian dengan
menggunakan metode ilmiah harus mengikuti langkah-langkah tertentu. Marilah lebih dahulu ditinjau langkah-langkah
yang diambil oleh beberapa ahli dalam mereka melaksanakan penelitian.
Salah satu hal yang penting dalam dunia ilmu adalah penelitian
(research). Research berasal dari
kata re yang berarti kembali dan search yang berarti mencari, sehingga
research atau penelitian dapat didefinisikan sebagai suatu usaha untuk
mengembangkan dan mengkaji kebenaran suatu pengetahuan.
Terdapat empat langkah pokok metode ilmiah yang akan
mendasari langkah-langkah penelitian yaitu:
1.
Merumuskan masalah
Mengajukan
pertanyaan untuk dicari jawabannya. Tanpa adanya masalah tidak akan terjadi
penelitian, karena penelitian dilakukan untuk memecahkan masalah. Rumusan
masalah penelitian pada umumnya diajukan dalam bentuk pertanyaan..
2.
Mengajukan hipotesis
Mengemukakan jawaban
sementara (masih bersifat dugaan) atas pertanyaan yang diajukan sebelumnya.
Hipotesis penelitian dapat diperoleh dengan mengkaji berbagai teori berkaitan
dengan bidang ilmu yang dijadikan dasar dalam perumusan masalah. Peneliti
menelusuri berbagai konsep, prinsip, generalisasi dari sejumlah literatur,
jurnal dan sumber lain berkaitan dengan masalah yang diteliti. Kajian terhadap
teori merupakan dasar dalam merumuskan kerangka berpikir sehingga dapat
diajukan hipotesis sebagai alternatif jawaban atas masalah.
3.
Verifikasi data
Mengumpulkan data
secara empiris kemudian mengolah dan menganalisis data untuk menguji kebenaran
hipotesis. Jenis data yang diperlukan diarahkan oleh makna yang tersirat dalam
rumusan hipotesis. Data empiris yang diperlukan adalah data yang dapat
digunakan untuk menguji hipotesis. Dalam hal ini, peneliti harus menentukan
jenis data, dari mana data diperoleh, serta teknik untuk memperoleh data.
Data yang terkumpul diolah dan dianalisis dengan cara-cara tertentu yang
memenuhi kesahihan dan keterandalan sebagai bahan untuk menguji hipotesis.
4.
Menarik kesimpulan
Menentukan
jawaban-jawaban definitif atas setiap pertanyaan yang diajukan (menerima atau
menolak hipotesis). Hasil uji hipotesis adalah temuan penelitian atau hasil
penelitian. Temuan penelitian dibahas dan disintesiskan kemudian disimpulkan.
Kesimpulan merupakan adalah jawaban atas rumusan masalah penelitian yang
disusun dalam bentuk proposisi atau pernyataan yang telah teruji kebenarannya.
Dengan mengikuti langkah-langkah di atas,
penelitian ilmiah merupakan kegiatan yang dilaksanakan untuk mengkaji dan
memecahkan suatu masalah menggunakan prosedur sistematis berlandaskan data
empirik. Berdasarkan proses tersebut di atas, mulai dari langkah kajian teori
sampai pada perumusan hipotesis termasuk berpikir rasional atau berpikir
deduktif. Sedangkan dari verifikasi data sampai pada generalisasi merupakan
proses berpikir induktif. Proses tersebut adalah wujud dari proses berpikir
ilmiah. Itulah sebabnya penelitian dikatakan sebagai operasionalisasi metode
ilmiah.
BAB III
PENUTUP
A.
KESIMPULAN
Penelitian merupakan
metode menemukan kebenaran yang
dilakukan dengan critical thinking (berpikir kritis). dengan demikian penelitian
merupakan proses
penemuan jawaban yang ilmiah atas masalah yang terjadi melalui pendekatan yang
sistematis, logis, kritis yang terkontrol oleh bukti empiris untuk mencapai
kebenaran ilmiah atau pengetahuan ilmiah. Penelitian bisa menggunakan
metode ilmiah (scientific method) atau non- ilmiah (unscientific
method). Metode
ilmiah atau proses
ilmiah merupakan proses keilmuan untuk memperoleh pengetahuan secara
sistematis berdasarkan bukti fisis. Metode
ilmiah harus mempunyai sifat bebas prasangka, menggunakan prinsip analisis, menggunakan
teknik kuantitatif dan atau kualitatif. Fakta harus dengan alasan dan
bukti yang lengkap dan dengan pembuktian yang obyektif.
DAFTAR PUSTAKA
·
Heriyanto. A. (2006). Panduan
Penelitian. Prestasi Pustaka. Jakarta.
·
Sastroasmoro, S. (2002). Dasar-Dasar
Metodologi Penelitian Klinis. Edisi ke-2. CV. Sagung Seto. Jakarta.
·
Sangaji, E.M.
Research and Science. Andi Offset. Yogyakarta.
·
Azwar, S. (2009). Metode Penelitian.
Pustaka Pelajar. Yogyakarta.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar