Selasa, 23 Desember 2014

Tulisan Softskill



TULISAN
Cara Saya Mempengaruhi Orang dalam Mengambil Keputusan :

   Pertama saya akan memberikan pandangan dan sudut pandang yang berbeda dari suatu hal agar orang tersebut memiliki pemikiran yang jauh  lebih terbuka dan lebih luas. Kedua  saya akan memberikan perbandingan anatara pendapat saya dan pendapat orang lain untuk menjadi suatu pertimbangan. Ketiga saya akan memberikan landasan teori yang kuat dan dengan diperkuat argument – argument yang sangat kuat juga. Terakhir saya akan paparkan dampak positif dan negatif dari suatu pendapat. Barulah seseorang tersebut dapat terpengaruh oleh saya dalam mengambil keputusan.

Tugas 2 Softskill



TUGAS 2
Hal-hal yang Menimbulkan Konflik Organisasional
Hal-hal yang menimbulkan konflik organisasional :
Konflik organisasional timbul karena ada beberapa sumbernya, dan berbagai sumber utama konflik tersebut dapat diuraikan sebagai berikut :
  1. Kebutuhan untuk membagi sumber daya- sumber daya yang terbatas.
  2. Perbedaan-perbedaan dalam berbagai tujuan.
  3. Saling ketergantungan kegiatan-kegiatan kerja.
  4. Perbedaan nilai-nilai atau persepsi.
  5. Kemenduaan organisasional.
  6. Gaya gaya individual.
Di dalam suatu organisasi terdapat empat bidang struktural, dan di bidang itulah konflik sering terjadi, yaitu :
  1. Konflik hirarkis, adalah konflik antara berbagai tingkatan organisasi.
  2. Konflik fungsional, adalah konflik antara berbagai departemen fungsional organisasi.
  3. Konflik lini-staf, adalah konflik antara lini dan staf.
  4. Konflik formal informal, adalah konflik antara organisasi formal dengan organisasi  informal.
SUMBER-SUMBER KONFLIK ORGANISASI
Berbagai faktor dapat menjadi sumber konflik, antara lain faktor psikologis yang bersumber dari sifat-sifat individual karyawan. Lalu konflik antar individu (Interpersonal Konflic) , konflik antar kelompok (Intergrup Konflic), namun di sini dikonsentrasikan pada konflik yang bersumber secara struktural.
  1. Saling ketergantungan tugas. Bila dua atau lenih unit kerja saling tergantung untuk kerjasama, informasi, ketaatan, atau kegiatan koordinatif lainnya.
  2. Ketegantungan satu arah. Bila satu unit kerja secara unilateral tergantung dari unit kerja lainnya.dalam kasus seperti ini seberapa besar potensi konflik atau kooperasi sangat tergantung pada cara situasi tersebut dikelola.
  3. Diferensiasi horizontal yang tinggi. Bila unit-unit kerja memiliki tujuan, organisasi waktu, dan filsofi yang berbeda, seperti produksi, pemasaran, dan keuangan.
  4. Formalisasi yang rendah. Bila tidak ada pedoman, manual, dan standarisasi, maka perselisihan mudah timbul.
  5. Kelangkaan sumber-sumber. Bila unit-unti kerja tergantung dari fasilitas, tenaga, dana, dan anggaran yang terbatas. Bila setiap satuan dalam suatu organisasi mempunyai sumber daya terbatas, masalah bagaimana membaginya merupakan konflik potensial. Sumber daya-sumber daya tersebut harus dialokasikan, sehingga beberapa kelompok tak terelakkan akan mendapatkan lebih sedikit dari pada yang mereka inginkan atau butuhkan. Konflik dapat timbul karena kelompok-kelompok organisasi bersaing untuk memperebutkan bagian terbesar sumber daya-sumber daya yang tersedia.
  6. Perbedaan-perbedaan dalam berbagai tujuan. Seperti telah kita ketahui, kelompok-kelompok organisasi cenderung menjadi terspesialisasi atau dibedakan karena mereka mengembangkan berbagai tujuan, tugas dan personalia yang tidak sama.
  7. Perbedaan kriteria evaluasi. Bila unit-unit kerja dinilai prestasinya secara terpisah, dan bukan atas dasar presentasi bersama.
  8. Perbedaan nilai-nilai atau persepsi. Perbedaan-perbedaan tujuan di antara para anggota  berbagai satuan dalam organisasi sering berkaitan dengan berbagai perbedaan sikap, nilai-nilai dan persepsi yang dapat menimbulkan konflik.

Sumber          : www.google.com
                         http://tiarawatimj.wordpress.com/2014/12/06/hal-hal-yang-menimbulkan-konflik-organisasional/

Tugas 1 Softskill



TUGAS 1
Pengertian Konflik Organisasi dan Jenisnya
Pengertian Konflik
Konflik organisasi (Organizational conflik) adalah ketidaksesuaian antara dua atau lebih anggota-anggota atau kelompok organisasi yang harus membagi sumber daya yang terbatas atau kegiatan- kegiatan kerja dan atau karena kenyataan bahwa mereka mempunyai perbedaan status, tujuan, nilai atau persepsi. Konflik organisasi juga dapat diartikan sebagai perilaku anggota organisasi yang dicurahkan untuk beroposisi terhadap anggota yang lain.
Pada dasarnya proses konflik bermula pada saat satu pihak dibuat tidak senang oleh, atau akan berbuat tidak menyenangkan kepada pihak lain mengenai suatu hal yang oleh pihak pertama dianggap penting.
Perbedaan konflik dan persaingan (kompetisi) terletak pada apakah salah satu pihak mampu untuk menjaga dirinya dari gangguan pihak lain dalam pencapaian tujuannya. Persaingan ada, bila tujuan pihak- pihak yang terlibat adalah tidak sesuai tetapi pihak- pihak tersebut tidak dapat saling mengganggu. Sebagai contoh, dua kelompok mungkin saling bersaing untuk memenuhi target, bila tidak ada kesempatan untuk mengganggu pencapaian tujuan pihak lain, situasi persaingan terjadi, tetapi bila ada kesempatan untuk mengganggu dan kesempatan tersebut digunakan, maka akan timbul konflik.
Kerjasama(kooperasi) terjadi bila dua pihak atau lebih bekerja bersama untuk mencapai tujuan bersama. Konflik dan kooperasi dapat terjadi bersamaan. Lawan kata kooperasi bukan konflik, tetapi kurangnya kooperasi (kerjasama). Sebagai contoh, dua pihak setuju pada tujuan,tetapi tidak setuju dengan cara pencapaian tujuan tersebut. Manajemen konflik berarti bahwa para manajer harus berusaha menemukan cara untuk menyeimbangkan konflik dan kooperasi.
Jenis- Jenis Konflik

Ada lima jenis konflik dalam kehidupan organisasi, yaitu:
1. Konflik dalam diri individu, yang terjadi bila seorang individu menghadapi ketidakpastian tentang pekerjaan yang dia harapkan untuk melaksanakannya, bila berbagai permintaan pekerjaan saling bertentangan, atau bila individu diharapkan untuk melakukan lebih dari kemampuannya.

2. Konflik antar individu dalam organisasi yang sama. Hal ini sering disebabkan oleh perbedaan- perbedaan kepribadian. Konflik ini juga berasal dari adanya konflik antar peranan seperti antara manajer dan bawahan.
3. Konflik antar individu dan kelompok, yang berhubungan dengan cara individu menanggapi tekanan untuk keseragaman yang dipaksakan oleh kelompok kerja mereka, seperti seorang individu dihukum atau diasingkan oleh kelompok kerjanya karena melanggar norma- norma kelompok.
4. Konflik antar kelompok dalam organisasi yang sama. Karena terjadi pertentangan kepentingan antar kelompok.
5. Konflik antar organisasi, yang timbul sebagai akibat bentuk persaingan ekonomi dalam sistem perekonomian suatu negara. Konflik ini telah mengarahkan timbulnya pengembangan produk baru, teknologi, harga- harga lebih rendah, dan penggunaan sumber daya yang lebih efisien.
Sumber- Sumber Konflik
Faktor- faktor penyebab konflik beraneka ragam, yaitu:
1. Komunikasi: pengertian yang berkenaan dengan kalimat, bahasa yang sulit dimengerti atau informasi yang mendua dan tidak lengkap serta gaya individu manajer yang tidak konsisten.

2. Struktur: Pertarungan kekuasaan antar departemen dengan kepentingan- kepentingan atau sistem penilaian yang bertentangan, persaingan untuk memperebutkan sumber daya yang terbatas, atau saling ketergantungan dua atau lebih kelompok- kelompok kegiatan kerja untuk mencapai tujuan mereka.
3. Pribadi: ketidaksesuaian tujuan atau nilai- nilai social pribadi karyawan dengan perilaku yang diperankan pada jabatan mereka dan perbedaan dalam nilai- nilai atau persepsi.
4. Kelangkaan sumber daya dan dana yang langka. Hal ini karena suatu individu atau organisasi yang memiliki sumber daya dan dana yang terbatas.
5. Saling ketergantungan pekerjaan.
6. Ketergantungan pekerjaan satu arah. Berbeda dengan sebelumnya, ketergantungan pekerjaan satu arah berarti bahwa keseimbangan kekuasaan telah bergeser, konflik pasti lebih tinggi karena unit yang dominan mempunyai dorongan yang sedikit saja untuk bekerja sama dengan unit yang berada di bawahnya.
7. Ketidakjelasan tanggung jawab atau yurisdiksi. Dalam hal tertentu, pada dasarnya orang memang tidak ingin bertanggung jawab, terlebih mengenai hal- hal yang berakibat tidak atau kurang menguntungkan. Apabila hal ini menyangkut beberapa pihak dan masing- masing tidak mau bertanggung jawab maka kejadian seperti ini dapat menimbulkan konflik.
8. Ketidakterbukaan terhadap satu sama lain
9. Ketidaksalingpercaya antara satu orang dengan orang lain dalam organisasi.
10. Ketidakjelasan pola pengambilan keputusan, pola pendelegasian wewenang, mekanisme kerja dan pembagian tugas.
11. Kelompok pimpinan tidak responsitif terhadap kebutuhan dan aspirasi para bawahannya.
12. Adanya asumsi bahwa dalam organisasi terdapat berbagai kepentingan yang diperkirakan tidak dapat atau sulit diserasikan.

Sumber        : www.google.com
                    https://latansablog.wordpress.com

Minggu, 23 November 2014

check out song by Pasukan Sakit Hati www.reverbnation.com/PSHBAND

tulisan1



TULISAN 1


DAFTAR RIWAYAT HIDUP


DATA PRIBADI

Nama              : M. NAUFAL. A           
Alamat                        : Perumahan Bukit Cengkeh 1, jl.bengkulu B4/12              
Telepon           : -        
HP                   : 085715254XXX                  
Email               : nauvall6661@gmail.com             
Tanggal Lahir            : 7 Agustus 1995 
Kebangsaan    : Indonesia  
Agama           : Islam      
Jenis Kelamin            : Laki-Laki  
Status                      : Lajang    
Nama Istri    : -      
Jumlah Anak : -
Pekerjaan       : Mahasiswa   

LATAR BELAKANG PENDIDIKAN

Pendidikan Formal

2010-2011 : SMA PKP Jakarta Islamic School
2011-2013 : SMAN 4 DEPOK (pindahan)
2007-2009 : SMPN 7 DEPOK
2001-2002 : SD Muhammadiyah Pekalongan
2002-2005 : SDIT UlulAlbab Pekalongan (pindahan)
2005-2006 : SDN Curug 2 DEPOK (pindahan)
2000-2001 : TKIT UlulAlbab Pekalongan

Pendidikan Non Formal

2010 : Kursus bahasa inggris
2011-2012 : Kursus bimbingan belajar di Nurul Fikri



Kemampuan
 
-      Komputer ( MS Word, MS Excel, MS Power Point, dan Internet)
-      Memahami sedikit bahasa pemrograman (Visual Basic)
-      Olahraga (futsal, badminton, renang)
-      Musik (Drum, gitar, bass)

Pengalaman Kerja
(belum ada)

Demikian riwayat hidup ini saya buat dengan sebenarnya
Depok, 23 November 2014

M. Naufal. A