Minggu, 19 Oktober 2014

TULISAN



Tulisan
Sistem Manajemen dan Sistem Organisasi dari Perusahaan yang bergerak di industry teknologi

Sistem Manajemen pada PT. Metrodata Electronics, Tbk
Implementasi Tata Kelola Perusahaan di lingkungan Perseroan didasarkan pada empat prinsip dasar yang menjadi acuan bagi setiap langkah yang diambil oleh manajemen Perseroan atau pun karyawan di segala tingkat. Keempat prinsip dasar ini adalah:

TRANSPARANSI
Transparansi merupakan komitmen untuk memastikan tersedianya informasi penting yang dapat diakses oleh pihak-pihak yang memiliki kepentingan. Informasi ini bisa berupa posisi keuangan Perseroan, manajemen dan kepemilikan Perseroan. Semuanya harus tersedia secara akurat, jelas dan tepatwaktu.

AKUNTABILITAS
Akuntabilitas menjamin adanya mekanisme, peran dan tanggung jawab sebuah manajemen profesional atas semua keputusan dan kebijakan yang diambil yang berdampak pada kegiatan-kegiatan operasional Perseroan.

TANGGUNGJAWAB
Tanggung jawab adalah penjabaran yang jelas mengenai peran setiap orang dalam meraih sasaran bersama, termasuk kepastian bahwa semua regulasi dan semua norma sosial dipenuhi.

KELAYAKAN
Kelayakan menjamin bahwa setiap keputusan dan kebijakan yang diambil diselaraskan dengan kepentingan pihak-pihak terkait, termasuk para pelanggan, pemasok, pemegang saham, investor dan publik pada umumnya.


Struktur Organisasi Perusahaan
DEWAN KOMISARIS
Saat ini Dewan Komisaris Perseroan terdiri atas tiga anggota. Mereka adalah Presiden Komisaris, Wakil Presiden Komisaris dan seorang Komisaris yang sekaligus merangkap sebagai Komisaris Independen.
Komisaris Independen Perseroan berasal dari luar Perseroan, tidak memiliki saham baik langsung maupun tidak langsung dalam Perseroan. Dia tidak mempunyai hubungan afiliasi dengan Perseroan, Komisaris lain, Direksi maupun Pemegang Saham Utama Perseroan, serta tidak memiliki hubungan usaha baik langsung maupun tidak langsung yang berkaitan dengan kegiatan usaha Perseroan.
Secara umum, Dewan Komisaris memiliki tugas:
  • Melakukan pengawasan atas kebijakan Dewan Direksi dalam menjalankan Perseroan dan memberi nasehat terhadap pelaksanaan tugas operasional Dewan Direksi;
  • Melakukan tugas tertentu sesuai dengan mandate Undang - Undang tentang Perseroan Terbatas (UUPT) dan Anggaran Dasar Perseroan, dan/atau Rapat Umum Pemegang Saham;
  • Mengkaji dan menandatangani laporan tahunan Perseroan;
Menetapkan dan mengevaluasi Indikator Kinerja Utama dari Dewan Direksi Perseroan.


DEWAN DIREKSI
Saat ini Dewan Direksi Perseroan berjumlah empat orang, yaitu seorang Presiden Direktur dan tiga orang Direktur. Agus Honggo Widodo, Direktur, bertanggung jawab atas pengelolaan usaha Product Distribution, sementara Sjafril Effendi, Direktur, bertanggung jawab atas pengelolaan usaha System Integration dan Consulting dan Randy Kartadinata, Direktur, bertanggung jawab atas pengelolaan Keuangan Perseroan.
Ketiga Direktur tersebut melapor kepada Presiden Direktur. Di samping itu, Departemen Internal Audit dan Divisi Sumber Daya Manusia juga melapor kepada Presiden Direktur. 
Tugas utama Dewan Direksi adalah:
  • Bertanggung jawab penuh dalam memimpin dan mengelola aset Perseroan;
  • Memimpin Perseroan untuk mencapai tujuan dan secara terus menerus meningkatkan efisiensi Perseroan;
  • Menyiapkan rencana pengembangan Perseroan, rencana strategi jangka panjang, anggaran tahunan dan lain sebagainya yang berhubungan dengan kegiatan usaha Perseroan;
  • Mengimplementasikan Tata Kelola Perseroan;
  • Mengimplementasikan sistem pengawasan internal yang efektif.0

KOMITE AUDIT
Komite Audit Perseroan dibentuk berdasarkan Peraturan Bapepam Nomor IX.I.5 dan saat ini berjumlah tiga orang, yaitu:
 
Lulu Terianto
Ketua Komite Audit merangkap Komisaris Independen
Memperoleh gelar Bachelor of Commerce & Administration dari Victoria University of--Wellington, Selandia Baru, pada tahun 1986, kemudian memperoleh gelar Magister Management dari Universitas Pelita Harapan, Jakarta pada tahun 2002. Memulai karir di National Bank of New Zealand, Selandia Baru pada tahun 1984 dan sempat berkarir di berbagai perusahaan di Selandia Baru. Saat ini beliau menjabat sebagai Direktur dan Presiden Direktur dari Group harian Bisnis Indonesia, diantaranya pada perusahaan PT Jurnalindo Aksara Grafika, PT Aksara Solopos, PT Aksara Grafika Pratama, PT Solo Grafika Utama, PT Radio Solo Audio Utama, PT Jaya Jurnalindo Utama danPT Aksara Dinamika Jogja. Di samping itu, beliau juga menjabat sebagai Komite Audit di PT Metropolitan Kentjana Tbk dan PT Metropolitan Land Tbk sejak tahun 2010 hingga sekarang. Diangkat sebagai Komisaris Independen merangkap Ketua Komite Audit Perseroan sejak tanggal 20 Juni 2012 sampai sekarang.

Aria Kanaka
Anggota Komite Audit
Memperoleh gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas Indonesia, Jakarta pada tahun 1997 dan Magister Akuntansi dari Universitas Indonesia, Jakarta pada tahun 2010 serta memperoleh gelar CPA dari Ikatan Akuntan Indonesia pada tahun 2003. Dalam kesibukannya tetap meluangkan waktu menjadi dosen di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, Jakarta sejak tahun 2000 sampai sekarang. Memulai karir sebagai Auditor pada Kantor Akuntan Publik (KAP) Prasetio Utomo & Co dari Januari 1997 sampai dengan Desember 2002. Selanjutnya beliau bekerja di berbagai KAP dan sejak November 2012 sampai sekarang menjadi Rekan di KAP Gideon Ikhwan Sofwan.
 
Selvia Wanri
Anggota Komite Audit
Memperoleh gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas Tarumanagara, Jakarta pada tahun 2003. Memulai karir di KAP Siddharta Siddharta & Widjaja (KPMG International) dari tahun 2003 sampai dengan tahun 2007 dengan posisi terakhir Supervisor Auditor. Beliau bergabung dengan PricewaterhouseCoopers sebagai Internal Audit Manager sejak tahun 2008 sampai dengan 2011. Selanjutnya beliau bekerja sebagai konsultan keuangan pada perusahaan swasta sejak 2012 sampai sekarang.
Komite Audit juga senantiasa berkoordinasi dengan Internal Audit Perseroan guna mengoptimalkan fungsi pengawasan.


Berikut adalah struktur kepemilikan Perseroan dalam Entitas Anak dan Asosiasi:
http://www.metrodata.co.id/web/images/media/2014-08-05-165920.jpg
 

Sumber        :         http://www.metrodata.co.id/about/corporate-structure

tugas 2 softskill



TUGAS 2
Hubungan Manajemen, Tata Kerja, dan Organisasi

MANAJEMEN
Manajemen adalah suatu proses yang terdiri dari rangkaian kegiatan, seperti perencanaan, pengorganisasian, penggerakan dan pengendalian/pengawasan, yang dilakukan untuk menetukan dan mencapai tujuan yang telah ditetapkan melalui pemanfaatan sumberdaya manusia dan sumberdaya lainnya.
ORGANISASI
Organisasi pada dasarnya digunakan sebagai tempat atau wadah dimana orang-orang berkumpul, bekerjasama secara rasional dan sistematis, terencana, terorganisasi, terpimpin dan terkendali, dalam memanfaatkan sumber daya uang, material, mesin, metode, lingkaran, sarana-prasarana, data, dan lain sebagainya yang digunakan secara efisien dan efektif untuk mencapai tujuan organisasi.
TATA KERJA
Tata Kerja merupakan cara pekerjaan dengan benar dan berhasil untuk mencapai tingkat efisien yang maksimal dengan mempertimbangkan tujuan, fasilitas, tenaga kerja, waktu dan lain-lain yang tersedia.

HUBUNGAN ANTARA MANAJEMEN,ORGANISASI dan TATA KERJA
Jadi dapat disimpulkan Hubungan Antara Manajemen,Organisasi dan Tata Kerja adalah Manajemen adalah suatu proses yang dilakukan untuk mencapai suatu tujuan dan untuk mencapai tujuan tersebut di perlukan ada nya suatu organisasi dan suatu tata kerja untuk mengatur jalan nya organisasi dengan baik agar mendapatkan tujuan yang maksimal.

Hubungan Timbal balik antara Manajemen, Organisasi dan tata kerja
a.     Manajemen dan Organisasi
Manajemen adalah proses kegiatan pencapaian tujuan melalui kerjasama antar manusia. Rumusan tersebut mengandung pengertian adanya hubungan timbale balik antara kegiatan dan kerjasama disatu pihak dengan tujuan di pihak lain. Untuk dapat mencapai tujuan terasebut maka perlu dibentuk suatu organisasi yang pada pokoknya secara fungssional dapat diartikan sebagai sekelompok manusia yang dipersatukan dalam suatu kerjasama yang efisien untuk mencapai tujuan. Jadi, dalam rangka manajemen maka harus ada organisasi, demikian eratnya dan kekalnya (consistency) hubungan antara manajemen dan organisasi.

b.     Manajemen dan Tata Kerja
Tata kerja atau metode adalah satu cara bagaimana (how) agar sumber – sumber dan waktu yang tersedia dan amat diperlukan dapat dimanfaatkan dengan tepat sehingga proses kegiatan manajemen dapat dilaksanakan dengan tepat pula.
Dengan tata kerja yang tepat mengandung arti bahwa proses kegiatan pencapaian tujuan sudah dilakukan secara ilmiah dan praktis, disamping itu pemakaian tata kerja yang tepat pada pokoknya ditujukan untuk :
a) Menghindari terjadinya pemborosan di dalam penyalahgunaan sumber-sumber dan waktu yang tersedia.
b) Menghindari kemacetan-kemacetan dan kesimpangsiuran dalam proses pencapaian tujuan.
c) Menjamin adanya pembagian kerja, waktu dan koordinasi yang tepat.
Jadi hubungan antara manajemen dan tat kerja dapat dilukiskan seperti dibawah ini :
Manajemen : Menjelaskan perlunya ada proses kegiatan dan pendayagunaan sumber-sumber serta waktu sebagai factor-faktor yang diperlukan untuk pelaksanaan kegiatan demi tercapainya tujuan.
Tata Kerja : Menjelaskan bagaimana proses kegiatan itu harus dilaksanakan sesuai dengan sumber-sumber dan waktu yang tersedia.




C.     Manajemen, Organisasi, dan Tata Kerja


Eratnya hubungan atau hubungan timbal balik antara ketiga hal tersebut adalah sebagai berikut :
         Manajemen : Proses kegiatan pencapaian tujuan melalui kerja sama antar manusia.
         Organisasi : Alat bagi pencapaian tujuan tersebut dan alat bagi pengelompokkan kerja sama.
         Tata kerja : Pola cara-cara bagaimana kegiatan dan kerjasama tersebut harus dilaksanakan sehingga tujuan tercapai secara efisien.
Dari konsep tersebut, jelaslah bahwa baik manajemen, organisasi maupun tata kerja ketiganya diarahkan kepada tercapainya tujuan.


Fungsi Satuan Organisasi dan Metode
Organisasi adalah sekumpulan orang atau badan yang mempunyai tujuan yang sama. Pandangan umum organisasi dibagi menjadi 3 bagian, yaitu:

a. Sebagai wadah : tempat dimana kegiatan manajemen dijalankan.
b. Sebagai proses : memperhatikan interaksi/kerja sama antar orang-orang yang menjadi   anggota organisasi
    tersebut :
     1. hub. formal = hubungan yang ditetapkan secara resmi oleh top manajemen.
     2. hub. informal = mempunyai 3 peranan :
            1) sarana komunikasi.
            2) mengatur jalannya kerja                                             
            3) kebebasan bertindak oleh anggota organisasi tersebut.

c. Sebagai sistem :
1. sistem sosial (antar sesama manusia).
2. sistem fungsional (antar fungsi-fungsi yang dikaitkan secara tertentu dan integral untuk
     tercapainya suatu tujuan).
3. sistem komunikasi (sistem tata saluran/arus informasi dalam organisasi).


Sumber                       :           www.google.com


TUGAS SOFTSKILL



TUGAS 1
1. PENGERTIAN ORGANISASI
Pengertian Organisasi
Organisasi adalah sekelompok orang (dua atau lebih) yang secara formal dipersatukan dalam suatu kerjasama untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
Pengertian Pengorganisasian.
Pengorganisasian adalah merupakan fungsi kedua dalam Manajemen dan pengorganisasian didefinisikan sebagai proses kegiatan penyusunan struktur organisasi sesuai dengan tujuan-tujuan, sumber-sumber, dan lingkungannya.
Pengertian Struktur Organisasi
Struktur organisasi adalah susunan komponen-komponen (unit-unit kerja) dalam organisasi. Struktur organisasi menunjukkan adanya pembagian kerja dan meninjukkan bagaimana fungsi-fungsi atau kegiatan-kegiatan yang berbeda-beda tersebut diintegrasikan (koordinasi).
2. CIRI-CIRI ORGANISASI
Di mulai dari lingkungan yang sederhana dari keluarga, hingga struktur yang rumit seperti organisasi pemerintahan.
Adapun ciri-ciri organisasi:
– Mempunyai tujuan & sasaran
– Mempunyai keterikatan format dan tata tertib yang harus ditaati
– Adanya kerja sama dari sekelompok orang
– Mempunyai koordinasi tugas dan wewenang
3. UNSUR-UNSUR ORGANISASI
Setiap bentuk organisasi akan mempunyai unsur-unsur tertentu, yang antara lain sebagai berikut:
Man
Man (orang-orang), dalam kehidupan organisasi atau ketatalembagaan sering disebut dengan istilah pegawai atau personnel. Pegawai atau personnel terdiri dari semua anggota atau warga organisasi, yang menurut fungsi dan tingkatannya terdiri dari unsur pimpinan (administrator) sebagai unsur pimpinan tertinggi dalam organisasi, para manajer yang memimpin suatu unit satuan kerja sesuai dengan fungsinya masing-masing dan para pekerja (nonmanagement/workers).
Kerjasama
Kerjasama merupakan suatu perbuatan bantu-membantu akan suatu perbuatan yang dilakukan secara bersama-sama untuk mencapai tujuan bersama.
Tujuan Bersama
Tujuan merupakan arah atau sasaran yang dicapai. Tujuan menggambarkan tentang apa yang akan dicapai atau yang diharapkan. Tujuan merupakan titik akhir tentang apa yang harus dikerjakan. Tujuan juga menggambarkan tentang apa yang harus dicapai melalui prosedur, program, pola (network).
Peralatan (Equipment)
Unsur yang keempat adalah peralatan atau equipment yang terdiri dari semua sarana, berupa materi, mesin-mesin, uang, dan barang modal lainnya (tanah, gedung/bangunan/kantor).
Lingkungan (Environment)
Faktor lingkungan misalnya keadaan sosial, budaya, ekonomi, dan teknologi. kebijaksanaan (policy), strategi, anggaran (budgeting), dan peraturan-peraturan (regulation) yang telah ditetapkan.
4. TEORI ORGANISASI
Adalah teori yang mempelajari kinerja dalam sebuah organisasi, Salah satu kajian teori organisasi, diantaranya membahas tentang bagaimana sebuah organisasi menjalankan fungsi dan mengaktualisasikan visi dan misi organisasi tersebut. Dalam pembahasan mengenai teori organisasi, mencakup masalah teori-teori organisasi yang pernah ada dan berlaku beserta sejarah dan perkembangannya hingga sekarang. Yaitu meliputi teori organisasi klasik, teori organisasi neoklasik dan teori organisasi modern.

TEORI ORGANISASI KLASIK
Teori klasik (classical theory) kadang-kadang disebut juga teori tradisional, yang berisi konsep-konsep tentang organisasi mulai dari tahun seribu delapan ratusan(abad 19) yang mendefinisikan organisasi sebagai struktur hubungan, kekuasaan-kekuasaan, tujuan-tujuan, peranan-peranan, kegiatan-kegiatan, komunikasi dan faktor-faktor lain yang terjadi bila orang-orang bekerja sama. Teori ini juga berkembang dalam tiga aliran yang dibangun atas dasar anggapan-anggapan yang sama dan mempunyai efek yang sama, yaitu :
a.  Teori birokrasi :
     dikemukakan oleh Max Weber dalam bukunya “The Protestant Ethic and Spirit of Capitalism.
b.  Teori administrasi :
     dikembangkan atas dasar sumbangan Henry Fayol  dan Lyndall Urwick dari Eropa serta Mooney dan Reiley dari Amerika.
c.  Manajemen ilmiah :
     dikembangkan mulai tahun 1900 oleh Frederick Winslow Taylor.
TEORI ORGANISASI NEOKLASIK
Teori neoklasik secara sederhana dikenal sebagai teori/aliran hubungan manusiawi (The human relation movement). Teori neoklasik dikembangkan atas dasar teori klasik.
Perkembangan teori neoklasik dimulai dengan inspirasi percobaan-percobaan yang dilakukan di Howthorne dan dari tulisan Huga Munsterberg.
Dalam hal pembagian kerja, teori neklasik telah mengemukaan perlunya hal-hal sebagai berikut:
a.  Partiipasi, yaitu melibatkan setiap orang dalam proses pengambilan keputusan.
b.  Perluasan kerja (job enlargement) sebagai kebalikan dari pola spesialisasi.
c. Manajemen bottom-up yang akan memberikan kesempatan kepada para yunior untuk berpartisipasi dalam pengambilan keputusan manajemen puncak.

TEORI ORGANISASI MODERN
Teori modern ditandai  dengan  ahirnya  gerakan contingency yang dipelopori Herbert Simon, yang  menyatakan  bahwa teori organisasi  perlu melebihi prinsip-prinsip yang dangkal dan terlalu disederhanakan  bagi suatu kajian mengenai kondisi yang dibawahnya dapat diterapkan  prinsip yang saling bersaing. Kemudian Katz dan  Robert Kahn dalam  bukunya “the social psychology of organization” mengenalkan perspektif  organisasi sebagai  suatu sistem terbuka.


Sumber :      www.google.com