TUGAS BAHASA INDONESIA 2 KLIK LINK DIBAWAH
Jumat, 01 Juli 2016
Jumat, 13 Mei 2016
Konsep
Menulis Laporan Ilmiah
Konsep dari laporan ilmiah adalah berkaitan dengan penelitian, fakta,
dan objektif dari permasalahan yang dibahas dalam laporan
ilmiah. Maka itu laporan ilmiah harus objektif, dan sesuai dengan fakta yang
ada, serta disusun secara sistematis.
Penulisan laporan adalah penyampaian pengalaman peneliti
dan hasil-hasilnya kepada masyarakat luas sehingga dapat berguna bagi
perkembangan ilmu dan pengetahuan.
Pengertian Laporan Ilmiah
Menurut E.Zaenal Arifin,1993 : Laporan Ilmiah adalah
laporan yang disusun melalui tahapan berdasarkan teori tertentu dan menggunakan
metode ilmiah yang sudah disepakati oleh para ilmuwan
Sedangkan secara umum Laporan ilmiah ialah karya tulis
ilmiah yang dibuat oleh seseorang atau sekelompok orang yang berhubungan secara
struktural atau kedinasan setelah melaksanakan tugas yang diberikan. Laporan
ilmiah dibuat sebagai bukti pertanggungjawaban bawahan/petugas atau tim/panitia
kepada atasannya atas pelaksanaan tugas yang diberikan. Laporan ilmiah
harus memuat data yang tepat dan benar serta objektif dan sistematis sehingga
dapat dijadikan ukuran untuk membuat pertimbangan dan keputusan.
Beberapa hal yang harus diperhatikan mengenai laporan ilmiah, yaitu :
Ø Laporan ilmiah mengemukakan permasalahan yang ditulis
secara benar, jelas, terperinci, dan ringkas;
Ø Kegiatan menulis laporan ilmiah merupakan kegiatan (utama)
terakhir dari suatu kegiatan ilmiah;
Ø Laporan ilmiah merupakan suatu dokumen tentang kegiatan
ilmiah dalam memecahkan masalah secara jujur, jelas, dan tepat tentang
prosedur, alat, dan hasil temuan serta implikasinya;
Ø Laporan ilmiah merupakan media yang baik untuk komunikasi
di lingkungan akademisi atau sesama ilmuwan;
Ø Laporan ilmiah dapat digunakan sebagai acuan bagi ilmuwan
lain sehingga syarat-syarat tulisan ilmiah berlaku juga untuk laporan ilmiah.
Jenis-jenis laporan ilmiah :
1. Laporan lengkap (monograf) adalah
laporan yang berisi proses penelitian secara menyeluruh, dengan mengutarakan
semua teknik dan pengalaman penelitian dalam melaksanakan kegiatan penelitian.
2. Artikel ilmiah adalah laporan yang berisi
intisari dari laporan lengkap. Penulisannya lebih padat dan disesuaikan dengan
jumlah halaman yang disediakan dalam jurnal-jurnal ilmiah.
3. Laporan ringkas (summary report) adalah
laporan dari artikel yang sudah pernah diterbitkan yang ditulis ulang dengan
menggunakan bentuk dan gaya penulisan yang lebih sederhana; sehingga dapat
dipahami oleh masyarakat luas.
4. Laporan untuk administrator dan pembuat
keputusan adalah laporan penelitian yang diberikan kepada pemerintah, terutama
berkenaan dengan penelitian tindakan.
Ciri-ciri laporan ilmiah :
1. Pembacanya seorang atau sekumpulan orang
tertentu. Adakalanya laporan berbentuk buku dan ditujukan kepada pembaca umum.
Jika ditujukan kepada umum biasanya laporan berbentuk pamflet atau selebaran.
2. Bentuk laporan yang disajikan atas permintaan atau
perintah itu biasanya berupa laporan panjangyang terdiri atas:
halaman judul, surat penyerahan, daftar isi, pendahuluan, uraian pokok, dan
sering juga lampiran. Laporan pendek biasanya terdiri atas
judul pokok dan nomornomor, dengan perlengkapan seperti biasa dalam
surat-menyurat formal.
3. Laporan itu bersifat sangat objektif,
maksudnya terutama untuk menyajikan fakta.
4. Bahasa dan nadanya formal.
5. Judul, subjudul, dan sub-sub judul, disusun dan
diatur dengan perencanaan yang mantik. Dalam Kamus Bahasa Indonesia, mantik
diartikan dengan (1) cara berpikir yang hanya mendasarkan pikiran.
Dari ciri-ciri laporan yang telah disebutkan di atas, dapat ditarik
suatu prinsip yang diterapkan pada ciri suatu laporan ilmiah, yaitu :
1) Ditujukan kepada pembaca tertentu;
2) Sistematika laporan kadang disesuaikan dengan
permintaan pemberi perintah atau pesanan (dalam suatu hibah kompetensi);
3) Bahasanya formal, harus disesuaikan dengan standar Bahasa
Indonesia yang disempurnakan;
4) Memerhatikan kaidah-kaidah ilmiah sesuai
dengan disiplin keilmuannya;
5) Objektif.
Persyaratan bagi pembuat laporan
Syarat-syarat penulisan laporan di antaranya adalah :
a) Tepat tujuan;
b) Sistematis;
c) Penelitian harus meyakinkan;
d) Kejelasan menurut kaidah ilmu.
Suatu karya dapat dikatakan ilmiah jika memenuhi syarat sebagai berikut
:
1) Penulisannya berdasarkan hasil penelitian,
disertai pemecahannya;
2) Pembahasan masalah yang dikemukakan harus
obyektif sesuai realita/ fakta;
3) Tulisan harus lengkap dan jelas sesuai dengan
kaidah bahasa, Pedoman Umum;
4) Ejaan Bahasa Indonesia Yang Disempurnakan
(EYD), serta Pedoman Umum Pembentukan Istilah (PUPI);
5) Tulisan disusun dengan metode tertentu;
6) Tulisan disusun menurut sistem tertentu;
7) Bahasanya harus lengkap, terperinci, teratur,
ringkas, tepat, dan cermat sehingga tidak terbuka kemungkinan adanya
ambiguitas, ketaksaan, maupun kerancuan.
Sistematika atau kerangka Laporan Ilmiah
Bagian awal, terdiri atas :
Ø Halaman judul: judul, maksud, tujuan penulisan, identitas
penulis, instansi asal, kota penyusunan, dan tahun;
Ø Halaman pengesahan (jika perlu);
Ø Halaman motto/semboyan (jika perlu);
Ø Halaman persembahan (jika perlu);
Ø Prakata;
Ø Daftar isi;
Ø Daftar tabel (jika ada);
Ø Daftar grafik (jika ada);
Ø Daftar gambar (jika ada);
Ø Abstak : uraian singkat tentang isi laporan.
Bagian Isi, terdiri atas:
Ø Bab I Pendahuluan berisi tentang: Latar belakang, Identitas
masalah, Pembatasan masalah, Rumusan masalah, Tujuan dan manfaat;
Ø Bab II : Kajian Pustaka;
Ø Bab III : Metode;
Ø Bab IV : Pembahasan;
Ø Bab V : Penutup.
Bagian Akhir, terdiri atas
Ø Daftar Pustaka;
Ø Daftar Lampiran;
Ø Indeks : Daftar istilah.
Langkah-langkah penulisan laporan ilmiah yang harus diperhatikan
Berikut beberapa langkah penulisan laporan ilmiah yang harus Anda
perhatikan adalah :
Ø Tuliskan garis besar isi (outline) secara sederhana dan
sistematis;
Ø Kembangkan outline tersebut dengan cara memberikan judul,
subjudul, bagian, dan subbagian;
Ø Tuliskan hal yang akan diuraikan pada setiap judul,
subjudul, bagian, dan subbagian;
Ø Cantumkan pada setiap judul, subjudul, bagian, subbagian
beberapa tabel, grafik, gambar, atau analisis statistik yang dapat melengkapi
argumentasi dari bahasan;
Ø Penulisan laporan dimulai dengan mengacu pada outline yang
sudah dilengkapi dengan tabel, grafik, gambar, atau analisis statistik lain;
Ø Pada awal menulis jangan terlalu memperhatikan gaya bahasa
yang digunakan karena penulis harus langsung menuju sasaran untuk menyelesaikan
draft pertama dari laporan lengkap;
Ø Gaya bahasa sebaiknya diperbaiki dengan memperhatikan :
(1) Konsistensi dan kesinambungan materi, (2) Menghilangkan
pengulangan makna kalimat agar kalimat menjadi jelas dan tulisan menjadi
ringkas, dan (3) Memperhatikan cara penulisan rujukan.
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
Saya memilih masalah ini karena di massa yang semakin modern seperti ini
semakin banyak, dan marak orang-orang melakukan operasi plastic hanya untuk
penampilannya, dan pandangan dirinya di dalam masyarakat memiliki nilai lebih
dari yang lain. Bahkan bukan hanya orang-orang yang sudah berumur saja ingin
terlihat mda dengan cara instan yaitu melakukan operasi plastic, tetapi banyak
anak-anak remaja yang melakukan operasi plastic untuk menambah nilai lebih diri
mereka di mata teman-teman mereka. Maka dari itu saya tertarik dengan memilih
masalah social mengenai operasi plastic yang marak di massa yang modern seperti
ini.apa yang mereka fikirkan sehingga mereka memilih untuk melakukan operasi
plastic, dan apa dampak positif, dan dampak negative melakukan operasi plastic.
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah dikemukakan, penulis dapat
merumuskan masalah yang akan dibahas dalam laporan ilmiah ini. Masalah tersebut
adalah sebagai berikut :
1. Apa bedah kosmetik dan prosedur?
2. Apa jenis umum dari bedah kosmetik dan
prosedur?
3. Mengapa melakukan operasi plastik dan
prosedur dilakukannya?
4. Apa resiko dari melakukan operasi
plastik?
1.3 Tujuan Penulisan
Tujuan dari penulisan laporan ilmiah ini adalah :
Tujuan di lakukannya penelitian ini untuk mengetahui apa yang
menyebabkan banyak orang melakukan operasi plastic terutama wanita, serta
mengetahui lebih jelas apa arti dari operasi plastic itu sendiri, sejak kapan
operrasi plastic di temukan, dan apa dampak dari melakukan operasi plastic baik
itu dampak positif ataupun dampak negatifnya. Selain itu bagaimana prosedur
yang baik dalam melakukan operasi plastic.
Sehingga kita dapat mengetahui bagaimana yang benar jika ingin melakukan
operasi plastic yang baik, dan tentu saja pandangan agama terhadap operasi
plastic. Baik atau tidak dilakukan oleh kita sebagai umat beragama.
Untuk itulah saya melakukan penelitian ini agar kita semua dapat
mengetahui baik atau tidaknya operasi plastic dilakukan.
1.4 Manfaat Penulisan
Memberikan informasi kepada masyarakat umum terutama wanita mengenai
fakta, prosedur, sampai resiko jika melakukan operasi plastik.
BAB II
PEMBAHASAN
Tinjauan teoritis
2.1. Pengertian judul
Sejarah Bedah Plastik
Meskipun plastic Kata ini berasal dari kata Yunani
plastikos, yang berarti untuk membentuk atau memberikan bentuk, asal-usul
sebenarnya dari khusus modern mendahului bedah lastic dan rekonstruksi
inipun akar bahasa kuno. Beberapa sejarawan melacak dasar spesialisasi
sejauhplastic awal Mesir dan teks-teks Sansekerta dari India kuno. Dalam
teks-teks Hindu awal, mungkin ditulis lebih dari 2600 tahun yang lalu,
berbohong deskripsi hidung, telinga, bibir dan rekonstruksi menggunakan teknik mulai
dari flaps pedikel untuk membebaskan cangkok kulit autogenous.
Apa bedah kosmetik dan prosedur?
Bedah kosmetik dan prosedur berubah, memulihkan, atau meningkatkan
penampilan Anda. Ada banyak lastic untuk ingin mengubah atau meningkatkan
penampilan Anda. Jika Anda telah mengalami luka bakar atau luka lainnya, lahir
dengan cacat lahir, atau ingin mengubah bagian dari tubuh Anda untuk plastic lain, Anda
dapat memilih untuk memiliki bedah kosmetik atau prosedur.
Apa jenis umum dari bedah kosmetik dan prosedur?
Bedah kosmetik umumnya meliputi:
Bedah rekonstruksi. Hal ini biasanya dilakukan untuk memperbaiki
bekas luka terlihat, kondisi kulit, atau bagian tubuh cacat yang disebabkan
oleh cedera, operasi, penyakit, atau cacat lahir. Masalah-masalah ini dapat
mempengaruhi sehari-hari hidup Anda, termasuk pekerjaan Anda, hubungan Anda,
dan harga diri Anda.
Bedah kosmetik elektif Menjadi bahagia dengan sesuatu tentang
penampilan Anda-seperti hidung besar,. Payudara kecil, keriput, atau
lemak di sekitar perut atau pinggul-adalah lastic umum untuk memilih untuk
menjalani operasi kosmetik. Ini jenis cacat tidak repot-repot semua orang yang
telah mereka. Banyak orang tidak menganggap mereka sebagai kelemahan sama
sekali. Tapi bagi orang lain, hal ini dapat mempengaruhi citra diri dan
kepercayaan diri. Kosmetik operasi adalah salah satu cara untuk mengatasinya.
Non-bedah prosedur kosmetik meliputi:
Suntikan botox untuk kelancaran keriput.
Laser resurfacing untuk memperbaiki bekas jerawat.
Pemutihan gigi.
Sclerotherapy suntikan untuk usaha kecil varises dan spider
veins.
Topik ini berfokus pada bedah kosmetik elektif dan prosedur ketimbang
bedah rekonstruksi.
Mengapa operasi ini dan prosedur dilakukan?
Bagi kebanyakan dari kita, penampilan fisik kita mempengaruhi bagaimana
kita melihat diri kita sendiri dan bagaimana orang lain melihat kita. Ukuran,
bentuk, dan tampilan tubuh kita dapat mempengaruhi bagaimana kita merasakan
tentang diri kita sendiri dan bahkan bagaimana kita menjalani hidup kita. Tidak
ada yang salah dengan keinginan untuk mengubah cara Anda melihat apa-apa.
Beberapa orang melakukan hal ini melalui diet, olahraga, dan perubahan gaya
hidup lainnya. Lain memiliki bedah kosmetik, terutama jika mereka tidak senang
dengan bagian tertentu dari tubuh mereka atau penampilan yang dapat diubah.
Apa resikonya?
Pikirkan dengan hati-hati tentang keputusan untuk menjalani operasi
kosmetik. Bedah selalu melibatkan beberapa risiko. Risiko tergantung pada
kesehatan Anda dan jenis prosedur yang Anda miliki. Mereka dapat berkisar dari
sedikit jaringan parut terhadap infeksi dan bahkan kematian. Masalah serius
jarang terjadi, tetapi mereka dapat terjadi. Juga, tidak ada jaminan bahwa Anda
akan mendapatkan hasil yang Anda inginkan. Hasil yang abadi kecuali Anda
memiliki operasi lagi. Bicarakan dengan dokter Anda tentang kemungkinan resiko
dan manfaat dari operasi.
Faktanya kini banyak yang melakukan operasi plastic terutama wanita yang
memang lebih banyak ingin terlihat berbeda daripada yang lain. Dan bagi
wanita-wanita karir memilih operasi plastic adalah salah satu cara untuk
mendukung karir mereka. Lalu bagi para remaja-remaja putri melakukan operasi
plastic karena keinginan pribadi mereka untuk mirip dengan idola-idola mereka
seperti artis-artis korea terutama girlband korea yang sedang buming pada massa
kini.
Mereka tidak berfikir walaupun mereka tidak ada kekurangan dalam bentuk
fisik yang mereka fikirkan hanya kepuasan pribadi, dan menjaga image mereka di
dalam masyarakat sehingga menambah nilai lebih di dalam kalangan masyarakat.
2.2. Kajian teori
Metode yang saya gunakan adalah metode kualitatif. Saya mencari
data-data penelitian dengan mencari di internet. Metode kualitatif adalah
metode yang data berupa deskriptif atau berupa pernyataan.
2.3. Perumusan hipotesa
Narasumber dari penelitian ini adalah di dapat dari media masa. Media
masa yang saya gunakan untuk mendapatkan data-data pendukung hasil penelitian
ini adalah dengan cara mencari informasi-informasi yang ada di internet.
BAB III
Metodeologi penelitian.
3.1. Tujuan penelitian
Tujuan di lakukannya penelitian ini untuk mengetahui apa yang
menyebabkan banyak orang melakukan operasi plastic terutama wanita, serta
mengetahui lebih jelas apa arti dari operasi plastic itu sendiri, sejak kapan
operrasi plastic di temukan, dan apa dampak dari melakukan operasi plastic baik
itu dampak positif ataupun dampak negatifnya. Selain itu bagaimana prosedur
yang baik dalam melakukan operasi plastic.
Agar kita dapat mengerti apa arti operasi plastic sebenarnya, dan apa
yang memicu banyak kaum hawa melakukan operasi plastic, serta pandangan kaum
hawa terhadap operasi plastic.
3.2. Tempat, dan waktu penelitian.
Tempat melakukan penelitian, dan mencari data-data penelitian di warung
internet (warnet). Waktu pada hari Rabu, 26 desember 2012. Pukul 11.00 WIB s/d
15.00 WIB.
3.3. Pengumpulan data.
Teknik pengumpulan data yang di gunakan dalam penelitian social ini
adalah analisis media masa. Teknik analisis media masa yaitu teknik yang di
lakukan dengan cara mencari, dan menganalisis informasi-informasi yang ada di
dalam media masa. Media masa yang dapat digunakan seperti: Koran, majalah,
internet, dan lain-lain. Dan media masa yang saya gunakan untuk penelitian ini
adalah dengan cara mencari informasi-informasi di internet. Kelebihan angket
ini yang di dapatkan lewat internet adalah di bagian teori yang lengkap tentang
sejarah pertama kali tentang operasi plastic, dan juga penjelasan-penjelasan
dari para ahli. Kekurangan angket ini mungkin tidak sekonkrit yng di dapat
melalui observasi secara langsung.
BAB IV
Kesimpulan dan Saran
4.1 Kesimpulan
Operasi plastik pada awalnya dilakukan untuk pembedahan dalam artian
untuk memperbaiki kondisi fisik sesorang yang memiliki kekurang sehingga
mengganggu fungsi yang sbenarnya. Dengan dilakukan operasi plastik diharapkan
tidak hanya dapat memperbaiki tampilan fisik semata tetapi untuk memperbaiki
fungsi yang sebenarnya dari bagian tubuh yang memiliki kekurangan. Tetapi kini
banyak orang terutama wanita di zaman modern ini menganggap bahwa operasi
plastik adalah sesuatu hal yang biasa dilakukan untuk menambah penampilan agar
terlihat lebih cantik. Namun disin saya menegaskan tidak semua wanita di zaman
yang modern ini berfikir seperti itu, ada juga wanita yang bersyukur dengan
kecantikan yang diberikan Tuhan Yang Maha Esa.
4.2 Saran
Sebaiknya bagi anda yang ingin malakukan operasi plastik, harus
berkonsultasi dengan dokter ahli bedah estetika yang sebenarnya, dan sudah ada
izin praktek yang resmi. Dan harus mengetahui prosedur dari operasi plastik
yang benar, agar tidak merugikan diri anda sendiri.
DAFTAR PUSTAKA
SUMBER :
Muin,Idianto.2006.Sosiologi.Jilid3.Jakarta:PT.Erlangga.
Sabtu, 16 April 2016
MAKALAH
BAHASA INDONESIA
METODE
ILMIAH
Disusun
Oleh :
Muhammad
Naufal. A
16113042
3KA12
UNIVERSITAS
GUNADARMA
KATA
PENGANTAR
Puji syukur saya panjatkan
kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmat dan bimbinganNya yang selalu
menyertai saya dalam menyelesaikan penyusunan makalah “Metode Ilmiah” ini.
Makalah ini saya susun berdasarkan tugas yang di berikan oleh Ibu Rafiqa
Maulida yang terhormat selaku dosen mata kuliah Softskill Bahasa Indonesia 2. Tugas makalah ini saya tunjukkan
untuk saya dan mahasiswa/i yang belajar memahami apa itu Metode Ilmiah,
kemudian untuk Ibu Rafiqa Maulida selaku dosen pengajar.
Semoga makalah ini bisa bermanfaat bagi pembaca pada umumnya dan penulis pada
khususnya, penulis menyadari bahwa dalam penyusunan makalah ini masih jauh dari
sempurna untuk itu penulis menerima saran dan kritik yang bersifat membangun
demi perbaikan kearah kesempurnaan.
BAB
I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Metode penelitian merupakan salah satu cara untuk
mengungkapkan suatu kebenaran. Banyak para
pakar kita yang telah meneliti suatu ilmu maupun penemuan baru dengan
metode-metode yang telah ada.Penelitian adalah cara menemukan ilmu baru,oleh
karenanya diperlukan metode-metode agar suatu penelitian dianggap valid dan
relevan. Banyak cara yang ditempuh untuk mengadakan suatu penelitian dalam
perkembangan ilmu sekarang ini.
Penelitian
adalah langkah sistematis dalam upaya memecahkan masalah. Penelitian merupakan penelaahan terkendali yang mengandung dua hal
pokok yaitu logika berpikir dan data atau informasi yang dikumpulkan secara
empiris. Logika berpikir tampak dalam langkah-langkah sistematis mulai
dari pengumpulan, pengolahan, analisis, penafsiran dan pengujian data sampai
diperolehnya suatau kesimpulan. Informasi dikatakan empiris jika sumber data
mengambarkan fakta yang terjadi bukan sekedar pemikiran atau rekayasa peneliti.
Penelitian menggabungkan cara berpikir rasional yang didasari oleh logika atau penalaran
dan cara berpikir empiris yang didasari oleh fakta atau realita.
Penelitian sebagai upaya untuk
memperoleh kebenaran harus didasari oleh proses
berpikir ilmiah yang dituangkan dalam metode ilmiah. Metode
ilmiah adalah kerangka landasan bagi terciptanya pengetahuan ilmiah.
Penelitian yang dilakukan menggunakan metode ilmiah mengandung dua unsur
penting yakni pengamatan (observation)
dan penalaran (reasoning).
Metode ilmiah didasari oleh pemikiran bahwa apabila suatu pernyataan ingin
diterima sebagai suatu kebenaran maka pernyataan tersebut harus dapat
diverifikasi atau diuji kebenarannya secara empirik (berdasarkan fakta).
B.
Rumusan Masalah
1.
Apa saja yang termasuk dalam dasar dasar
penelitian?
2.
Apakah pengertian dari metode ilmiah?
3.
Apakah karakteristik dan langkah- langkah dari metode ilmiah?
C.
Tujuan
1.
Untuk mengetahui apas saja yang termasuk dasar
dasar penelitian
2.
Untuk mengetahui pengertian dari metode ilmiah
3.
Untuk
mengetahui karakteristik dan langkah-langkah dari metode ilmiah.
BAB II
PEMBAHASAN
1.
Dasar-Dasar Penelitian
Menurut Webter Dictionary, Penelitian adalah
investigasi atau eksperimen yang bertujuan untuk menemukan dan interpretasi
atas fakta, revisi atas teori atau hukum, atau aplikasi atas teori atau hukum
yang telah direvisi.
Menurut Donald & William (1997), Penelitian
Ilmiah adalah penyelidikan yang sistematis, terkendali, empiris dan
kritis mengenai fenomena-fenomena alam yang dibimbing oleh teori dan
hipotesis-hipotesis mengenai hubungan-hubungan yang diduga antara
fenomena-fenomena tersebut
Penelitian (Research) dapat
didefinisikan sebagai rangkaian kegiatan ilmiah dalam rangka pemecahan suatu
permasalahan. Jadi penelitian merupakan bagian dari usaha pemecahan masalah.
Dalam kaitannya dengan hal ini, maka fungsi penelitian disini adalah untuk
mencarikan penjelasan dan jawaban terhadap permasalahan serta memberikan
alternatif bagi kemungkinan yang dapat digunakan untuk pemecahan masalah.
Penjelasan dan jawaban terhadap permasalahan itu dapat bersifat abstrak dan
umum sebagaimana halnya dalam Penelitian Dasar (Basic Research) dan
dapat pula sangat konkret dan spesifik seperti biasanya ditemui pada Penelitian
Terapan (Applied Research).
Riset adalah
suatu usaha untuk menemukan suatu hal menurut metode yang ilimiah. Riset
memiliki 3 unsur penting, yaitu :
1) sasaran
2) usaha untuk mencapai sasaran
3) metode ilmiah (Husein, 1999)
Menurut Almack
(1930), hubungan antara ilmu dan
penelitian adalah seperti hasil dan proses. Penelitian merupakan proses
untuk menghasilkan ilmu. Menurut Whitney (1960), penelitian dan ilmu merupakan
proses dan hasilnya adalah kebenaran. Jadi, penelitian yang diproses dengan
ilmu, akan menghasilkan kebenaran ilmiah.
Kebenaran ilmiah dapat
diterima karena :
1. Adanya koheren --> konsisten
2. Adanya koresponden --> berhubungan
3. Pragmatis --> sifat fungsional dalam kehidupan praktis
1. Adanya koheren --> konsisten
2. Adanya koresponden --> berhubungan
3. Pragmatis --> sifat fungsional dalam kehidupan praktis
Secara sederhana penelitian
merupakan metode menemukan
kebenaran yang dilakukan dengan critical thinking (berpikir
kritis). dengan demikian
penelitian merupakan proses penemuan jawaban yang ilmiah atas masalah yang terjadi melalui
pendekatan yang sistematis, logis, kritis yang terkontrol oleh bukti empiris
untuk mencapai kebenaran ilmiah atau pengetahuan ilmiah. Penelitian bisa
menggunakan metode ilmiah (scientific method) atau non- ilmiah (unscientific
method).
1. PendekatanIlmiah
Penelitian ilmiah yang diperoleh dari pengetahuan dan teori yang dikembangkan berdasarkan pada data empiris. Menghasilkan kesimpulan secara obyektif. Hasil penelitian merupakan kebenaran ilmiah yaitu pengetahuan benar yang kebenarannya terbuka untuk diuji siapapun.
Penelitian ilmiah yang diperoleh dari pengetahuan dan teori yang dikembangkan berdasarkan pada data empiris. Menghasilkan kesimpulan secara obyektif. Hasil penelitian merupakan kebenaran ilmiah yaitu pengetahuan benar yang kebenarannya terbuka untuk diuji siapapun.
2. Pendekatan
non ilmiah
Pendekatan
non ilmiah menggunakan:
Ø
Akal sehat
Ø
Prasangka
Ø
Intuisi
Ø
Penemuan kebetulan dan coba-coba
Ø
Pikiran kritis
Sifat
Penelitian Ilmiah
1. Skeptis:
selalu mencari fakta atau bukti yang mendukung setiap pernyataan
2. Analitis:
sikap yang mendasarkan pada analisis dalam setiap persoalan memilih yang
relevan serta yang utama
3. Kritis:
setiap pemecahan persoalan selalu berpijak pada logika ddan obyektifitas data
atau fakta
Syarat-syarat
penelitian ilmiah
1. Permasalahan
& tujuan penelitian harus didefinisikan secara jelas
2. Rumusan
masalah harus rinci mencakup unsur-unsur ayang akan diteliti.
3. Prosedur
penelitian yang digunakan harus jelas & terbuka, sehingga diharapkan
peneliti lain dapat mengembangkan penelitian tersebut.
4. Analisis
data harus sesuai dengan problem penelitian.
5. Kesimpulan
harus didukung oleh data & hasil analisis yang akurat.
Beberapa kriteria yang harus dimiliki untuk
menjadi peneliti:
1. Daya
Nalar
2. Originalitas
3. Daya
Ingat
4. Kewaspadaan
5. Akurat
6. Dapat
Bekerja Sama
7. Kesehatan
8. Semangat
9. Pandangan
Moral
Ciri-Ciri Penelitian Ilmiah
Penelitian Ilmiah harus konsisten dan dapat diakui oleh umum
sehingga mengurangi keyakinan pribadi, bias dan perasaan. Oleh karena itu,
Penelitian Ilmiah mempunyai ciri-ciri antara lain:
1. Diperoleh
melalui penelitian dengan metode ilmiah
2. Dibangun
diatas teori tertentu
3. Terkontrol
berdasarkan data empiris
4. Dapat
diuji reliabilitas dan validitas internalnya
5. Kesimpulan
dibuat secara obyektif.
2. Pengertian
Metode Ilmiah
Metode
ilmiah atau proses
ilmiah merupakan proses keilmuan untuk memperoleh pengetahuan secara
sistematis berdasarkan bukti fisis. Ilmuwan melakukan pengamatan serta
membentuk hipotesis dalam usahanya untuk menjelaskan fenomena alam. Prediksi
yang dibuat berdasarkan hipotesis tersebut diuji dengan melakukan eksperimen.
Jika suatu hipotesis lolos uji berkali-kali, hipotesis tersebut dapat menjadi
suatu teori ilmiah. Metode ilmiah yaitu menggabungkan cara berpikir
deduktif dan cara berfikir induktif dalam membangun pengetahuan. Metode ilmiah harus mempunyai sifat bebas
prasangka, bersih dan jauh dari
pertimbangan subyektif, menggunakan prinsip analisis, menggunakan teknik
kuantitatif dan atau kualitatif. Menggunakan
suatu fakta haruslah dengan alasan dan bukti yang lengkap dan dengan pembuktian
yang obyektif.
3. Karakteristik dan langkah-langkah metode ilmiah
a.
Karakteristik
Metode
ilmiah bergantung pada karakterisasi yang cermat atas subjek investigasi. Dalam
proses karakterisasi, ilmuwan mengidentifikasi sifat-sifat utama yang relevan
yang dimiliki oleh subjek yang diteliti. Selain itu, proses ini juga dapat
melibatkan proses penentuan (definisi) dan pengamatan; pengamatan yang dimaksud
seringkali memerlukan pengukuran dan atau perhitungan yang cermat.
Suatu
penelitian harus memenuhi beberapa karakteristik untuk dapat dikatakan sebagai penelitian ilmiah. Umumnya ada
empat karakteristik penelitian ilmiah, yaitu :
1.
Sistematik
Berarti
suatu penelitian harus disusun dan dilaksanakan secara berurutan sesuai pola
dan kaidah yang benar, dari yang mudah dan sederhana sampai yang kompleks.
2.
Logis
Suatu penelitian dikatakan benar bila dapat
diterima akal dan berdasarkan fakta empirik. Pencarian kebenaran harus
berlangsung menurut prosedur atau kaidah bekerjanya akal, yaitu logika. Prosedur penalaran yang dipakai
bisa prosedur induktif yaitu cara berpikir untuk menarik kesimpulan umum dari
berbagai kasus individual (khusus) atau prosedur deduktif yaitu cara berpikir
untuk menarik kesimpulan yang bersifat khusus dari pernyataan yang bersifat
umum.
3.
Empirik
Artinya
suatu penelitian biasanya didasarkan pada pengalaman sehari-hari (fakta aposteriori, yaitu fakta dari kesan
indra) yang ditemukan atau melalui hasil coba-coba yang kemudian diangkat
sebagai hasil penelitian. Landasan
penelitian empirik ada tiga yaitu :
a.
Hal-hal
empirik selalu memiliki persamaan dan perbedaan (ada penggolongan atau
perbandingan satu sama lain)
b.
Hal-hal
empirik selalu berubah-ubah sesuai dengan waktu
c.
Hal-hal
empirik tidak bisa secara kebetulan, melainkan ada penyebabnya (ada hubungan
sebab akibat)
4.
Replikatif
Artinya
suatu penelitian yang pernah dilakukan harus diuji kembali oleh peneliti lain
dan harus memberikan hasil yang sama bila dilakukan dengan metode, kriteria,
dan kondisi yang sama. Agar bersifat replikatif,
penyusunan definisi operasional variabel menjadi langkah penting bagi seorang
peneliti.
b.
Langkah- langkah metode ilmiah
Pelaksanaan penelitian dengan
menggunakan metode ilmiah harus mengikuti langkah-langkah tertentu. Marilah lebih dahulu ditinjau langkah-langkah
yang diambil oleh beberapa ahli dalam mereka melaksanakan penelitian.
Salah satu hal yang penting dalam dunia ilmu adalah penelitian
(research). Research berasal dari
kata re yang berarti kembali dan search yang berarti mencari, sehingga
research atau penelitian dapat didefinisikan sebagai suatu usaha untuk
mengembangkan dan mengkaji kebenaran suatu pengetahuan.
Terdapat empat langkah pokok metode ilmiah yang akan
mendasari langkah-langkah penelitian yaitu:
1.
Merumuskan masalah
Mengajukan
pertanyaan untuk dicari jawabannya. Tanpa adanya masalah tidak akan terjadi
penelitian, karena penelitian dilakukan untuk memecahkan masalah. Rumusan
masalah penelitian pada umumnya diajukan dalam bentuk pertanyaan..
2.
Mengajukan hipotesis
Mengemukakan jawaban
sementara (masih bersifat dugaan) atas pertanyaan yang diajukan sebelumnya.
Hipotesis penelitian dapat diperoleh dengan mengkaji berbagai teori berkaitan
dengan bidang ilmu yang dijadikan dasar dalam perumusan masalah. Peneliti
menelusuri berbagai konsep, prinsip, generalisasi dari sejumlah literatur,
jurnal dan sumber lain berkaitan dengan masalah yang diteliti. Kajian terhadap
teori merupakan dasar dalam merumuskan kerangka berpikir sehingga dapat
diajukan hipotesis sebagai alternatif jawaban atas masalah.
3.
Verifikasi data
Mengumpulkan data
secara empiris kemudian mengolah dan menganalisis data untuk menguji kebenaran
hipotesis. Jenis data yang diperlukan diarahkan oleh makna yang tersirat dalam
rumusan hipotesis. Data empiris yang diperlukan adalah data yang dapat
digunakan untuk menguji hipotesis. Dalam hal ini, peneliti harus menentukan
jenis data, dari mana data diperoleh, serta teknik untuk memperoleh data.
Data yang terkumpul diolah dan dianalisis dengan cara-cara tertentu yang
memenuhi kesahihan dan keterandalan sebagai bahan untuk menguji hipotesis.
4.
Menarik kesimpulan
Menentukan
jawaban-jawaban definitif atas setiap pertanyaan yang diajukan (menerima atau
menolak hipotesis). Hasil uji hipotesis adalah temuan penelitian atau hasil
penelitian. Temuan penelitian dibahas dan disintesiskan kemudian disimpulkan.
Kesimpulan merupakan adalah jawaban atas rumusan masalah penelitian yang
disusun dalam bentuk proposisi atau pernyataan yang telah teruji kebenarannya.
Dengan mengikuti langkah-langkah di atas,
penelitian ilmiah merupakan kegiatan yang dilaksanakan untuk mengkaji dan
memecahkan suatu masalah menggunakan prosedur sistematis berlandaskan data
empirik. Berdasarkan proses tersebut di atas, mulai dari langkah kajian teori
sampai pada perumusan hipotesis termasuk berpikir rasional atau berpikir
deduktif. Sedangkan dari verifikasi data sampai pada generalisasi merupakan
proses berpikir induktif. Proses tersebut adalah wujud dari proses berpikir
ilmiah. Itulah sebabnya penelitian dikatakan sebagai operasionalisasi metode
ilmiah.
BAB III
PENUTUP
A.
KESIMPULAN
Penelitian merupakan
metode menemukan kebenaran yang
dilakukan dengan critical thinking (berpikir kritis). dengan demikian penelitian
merupakan proses
penemuan jawaban yang ilmiah atas masalah yang terjadi melalui pendekatan yang
sistematis, logis, kritis yang terkontrol oleh bukti empiris untuk mencapai
kebenaran ilmiah atau pengetahuan ilmiah. Penelitian bisa menggunakan
metode ilmiah (scientific method) atau non- ilmiah (unscientific
method). Metode
ilmiah atau proses
ilmiah merupakan proses keilmuan untuk memperoleh pengetahuan secara
sistematis berdasarkan bukti fisis. Metode
ilmiah harus mempunyai sifat bebas prasangka, menggunakan prinsip analisis, menggunakan
teknik kuantitatif dan atau kualitatif. Fakta harus dengan alasan dan
bukti yang lengkap dan dengan pembuktian yang obyektif.
DAFTAR PUSTAKA
·
Heriyanto. A. (2006). Panduan
Penelitian. Prestasi Pustaka. Jakarta.
·
Sastroasmoro, S. (2002). Dasar-Dasar
Metodologi Penelitian Klinis. Edisi ke-2. CV. Sagung Seto. Jakarta.
·
Sangaji, E.M.
Research and Science. Andi Offset. Yogyakarta.
·
Azwar, S. (2009). Metode Penelitian.
Pustaka Pelajar. Yogyakarta.
Langganan:
Postingan (Atom)
